freightsight
Kamis, 23 Mei 2024

INFO INDUSTRI

Pelabuhan-pelabuhan Paling Terkenal di Indonesia

21 Juli 2023

|

Penulis :

Abdu Rauf

pelabuhan indonesia

Red Cargo Containers © Phil Baum via Unsplash

Sesuai namanya, pelabuhan dibangun untuk dijadikan sebagai tempat singgah atau berlabuh bagi kapal-kapal yang datang. Di kawasan ini, umumnya banyak kapal-kapal singgah sebelum akhirnya berlabuh di tujuan akhir atau meneruskan perjalanannya. Di pelabuhan juga terdapat beberapa aktivitas lainnya seperti perpindahan muatan barang dan kegiatan perekonomian.

Dalam suatu negara, biasanya pelabuhan terdiri dari dua jenis, yaitu pelabuhan umum dan khusus. Pelabuhan umum bertujuan untuk melayani masyarakat umum yang ingin bepergian dengan kapal laut. Sedang, pelabuhan khusus dibangun untuk tujuan tertentu, misalnya sebagai tempat pengiriman barang ekspor dan impor yang dilakukan oleh freight forwarder.

Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, dua jenis pelabuhan ini sudah menjadi tempat yang tidak asing lagi. Ada banyak sekali pelabuhan yang membentang dari Sabang sampai Merauke guna memenuhi kebutuhan penyebrangan dan rute perdagangan masyarakatnya. Nah, berikut ini adalah beberapa pelabuhan paling terkenal di Indonesia:

1. Pelabuhan Tanjung Priok

Terletak di kawasan Ibu Kota, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. Pelabuhan yang terletak di bagian utara Jakarta ini juga merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Luas daratannya mencapai 604 hektar dengan luas perairan mencapai 424 hektar.

Berbagai aktivitas terjadi di pelabuhan ini, mulai dari pengangkutan penumpang hingga menjadi salah satu pintu gerbang ekspor dan impor barang dari dan ke luar negeri, juga antar pulau di Indonesia. Pelabuhan ini seakan tidak pernah tidur dengan kegiatan bongkar muat peti kemas berisi barang yang akan dipindahkan sepanjang hari.

2. Pelabuhan Merak

Pelabuhan ini termasuk salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia karena lokasinya yang cukup strategis. Pelabuhan Merak menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera yang hanya terpisah oleh Selat Sunda. Ia menjadi pintu masuk bagi Provinsi Lampung di Pulau Sumatera dan Provinsi Banten di Pulau Jawa, pun sebaliknya.

Sepanjang hari di setiap harinya terdapat ratusan perjalanan kapal feri dari Merak ke Bakauheni di Lampung ataupun sebaliknya, melalui enam dermaga yang dimilikinya. Terutama saat jelang hari raya Idul Fitri, serta libur natal dan tahun baru, pelabuhan ini menjadi sangat sibuk.

3. Pelabuhan Bakauheni

Pelabuhan yang terletak di kecamatan Bakauheni, provinsi Lampung Selatan ini, merupakan pintu masuk di wilayah Sumatera. Serupa dengan keberadaan Pelabuhan Merak, pelabuhan ini juga menjadi salah satu pelabuhan penting di Indonesia, karena kehadirannya mampu menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.

Setiap harinya, terdapat ratusan kapal feri yang menyebrangi selat Sunda mengangkut penumpang dan barang dari Pelabuhan Merak, ataupun sebaliknya. Angkutan darat yang dibawa, mulai dari bus-bus penumpang, truk barang, hingga mobil dan motor pribadi.

4. Pelabuhan Tanjung Perak

Tanjung Perak juga menjadi salah satu pelabuhan paling ramai di Indonesia. Terletak di Surabaya, pelabuhan ini berada di atas lahan seluas 545 hektar dengan luas wilayah perairan hingga 1029 hektar. Pelabuhan ini selalu kedatangan ratusan kapal laut setiap harinya sepanjang pagi hingga malam. Aktivitasnya begitu padat dan tidak pernah sepi.

Pelabuhan Tanjung Perak menghubungkan Surabaya dengan beberapa kota lainnya di Pulau Jawa. Sehingga, selain kapal kontainer pengangkut barang, banyak juga kapal pengangkut orang, termasuk kapal pesiar yang bersandar di pelabuhan ini.

5. Pelabuhan Tanjung Emas

Tanjung Mas merupakan pelabuhan yang terletak di Semarang, Jawa tengah. Pelabuhan ini memiliki luas sekitar 500 hektare dan selalu memberikan fasilitas mulai dari alur pelayaran, kolam pelabuhan, dermaga, gudang, dan juga terminal. Di kawasan ini terdapat Mercusuar Willem 3 yang dibangun pada tahun 1884. Pembangunan mercusuar ini dilakukan dengan tujuan untuk menjadikan Semarang sebagai kota pelabuhan dan dagang.

Baca juga: Cara dan Syarat Ekspor Barang ke Luar Negeri

6. Pelabuhan Ketapang

Pelabuhan Ketapang berada di kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pelabuhan ini dibuat khusus untuk penyebrangan kapal feri yang berperan sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Bali yang terpisahkan oleh selat Bali. Setiap harinya, pelabuhan ini dilalui oleh banyak penumpang yang hilir mudik menuju dan dari pelabuhan Gilimanuk, di Pulau Dewata.

7. Pelabuhan Gilimanuk

Pelabuhan ini berada di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali. Gilimanuk juga juga biasa dikenal dengan sebutan “ferry port”, karena memang setiap harinya ada ratusan perjalanan dengan kapal feri yang melayani arus penumpang dan kendaraan dari Pulau Jawa menuju Bali, atau sebaliknya. Dibandingkan dengan pengangkutan barang, pelabuhan ini lebih banyak mengangkut penumpang, termasuk juga wisatawan, yang ingin bertandang ke Pulau Dewata.

8. Pelabuhan Batam Center

Berbeda dengan Pelabuhan Ketapang atau Gilimanuk, pelabuhan yang satu ini didominasi oleh kapal-kapal pengangkut barang impor dan ekspor. Tak heran sering kita jumpai barang buatan luar negeri dijual dengan harga terjangkau di Batam. Apalagi, pelabuhan ini berada di Kepulauan Riau yang menghubungkan Indonesia dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Letaknya tak jauh dari Pelabuhan Internasional Singapura dan Malaysia.

9. Pelabuhan Sunda Kelapa

Siapa yang tidak kenal salah satu pelabuhan tertua di Indonesia yang terletak di kota Jakarta ini. Pelabuhan ini memiliki sejarah panjang bagi kota Jakarta, termasuk alur perdagangan di Batavia. Pelabuhan ini sudah ada sejak abad ke-5 dan berada di bawah kepemilikan Kerajaan Tarumanegara. Hingga pada akhirnya, berpindah tangan ke kerajaan Padjajaran pada abad ke-12. Mulanya, pelabuhan ini diberi nama Kalapa, kemudian pada tahun 1974, nama itu diubah menjadi Sunda Kelapa.

Pada zaman itu, Sunda Kelapa menjadi pelabuhan tempat keluar dan masuknya barang dari wilayah Jakarta yang masih dikuasai Kerajaan Padjajaran. Hingga kini, pelabuhan ini masih tetap berfungsi sebagaimana pelabuhan yang melayani kapal-kapal tradisional untuk kawasan antar pulau di Indonesia. Pelabuhan ini juga sudah banyak dilakukan pemugaran, diantaranya untuk gedung Museum Bahari yang dulunya dikenal sebagai Pasar Ikan.

Baca juga: Tips Memilih Freight Forwarder yang Aman dan Terpercaya

Pelabuhan tentunya memegang peran penting di dalam proses perdagangan internasional dalam setiap negara, terutama dalam urusan ekspor dan impor. Dengan adanya dermaga, gudang, hingga alat-alat bongkar muat di pelabuhan, tentu menjadikan proses ekspor dan impor barang jadi lebih mudah untuk dilakukan. Tak heran, bila di tempat ini aktivitas keluar dan masuknya barang tidak pernah berhenti.

Memiliki peran sebagai pintu dalam beberapa aktivitas, mulai dari pengangkutan penumpang, bongkar muat barang ekspor dan impor, hingga perdagangan domestik dan mancanegara, membuat kehadirannya sangat penting untuk mendorong perekonomian Indonesia. Apalagi di era modern ini sudah mulai banyak pelaku usaha dalam negeri yang memberanikan diri untuk terjun ke pasar internasional. Sehingga, membuat pelabuhan selalu ramai setiap harinya.

Nah, salah satu pihak yang paling sering memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan ini adalah jasa freight forwarding. Kegiatan pengiriman barang ekspor dan impor, sering dilakukan di pelabuhan tersebut. Salah satu freight forwarding terbaik di Indonesia adalah Andalin. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa langsung kunjungi website resminya di https://andalin.com/.