freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PELABUHAN

Menggandeng Bank Mandiri, Bea Cukai Permudah Layanan Pembayaran di Pelabuhan

25 Oktober 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kargo

Shipping Container © Chuttersnap via Unsplash

Penandatanganan kerja sama antara direktorat jenderal bea cukai dan tim pelaksanaan logistik nasional, serta bank mandiri, telah dilakukan demi upaya mempermudah layanan pembayaran di pelabuhan dan bandara.

Hal ini, sebenarnya sebagaimana yang diinstruksikan presiden nomor 5 tahun 2020, tentang penataan ekosistem logistik nasional (NLE). NLE adalah sebuah platform logistik untuk mendukung simplikasi logistik dan juga berdampak pada percepatan layanan. Selain itu, NLE ini juga digunakan untuk efisiensi biaya.

“Pada hari ini PKS (Perjanjian Kerja Sama) nya difokuskan pada penataan ekosistem logistik nasional dan ini sudah dibentuk timnya ada di institusi presiden tahun 2020. Dan kebetulan, ibu menteri keuangan sebagai ketua dan Menteri Perekonomian, Marinves sebagai pengarahnya,” terang Askolani, selaku direktur jenderal bea cukai, Senin (11/10/2021)

Dengan menggunakan NLE, nantinya setiap member atau pengguna akan memiliki kemudahan dalam layanan logistik dari hulu ke hilir, entah dari arus barang masuk ke Indonesia, maupun dengan tujuan luar negeri. Selain itu, juga bisa digunakan untuk pergerakan barang di dalam negeri.

Platform NLE, sebenarnya juga sudah coba diterapkan di beberapa tempat seperti di pelabuhan Tanjung Mas, Tanjung Priok, Batam, dan juga pelabuhan Belawan. Ini adalah sebuah tanda nyata penerapan bertahap.

“Dalam melaksanakan ini, Alhamdulillah nasional ekosistem logistik ini sudah berjalan secara bertahap di Tanjung Priok, Tanjung Mas, Belawan, dan beberapa bulan lalu para menteri, pak Menko dan ibu Menkeu launching di Batam logistik ekosistem” lanjutnya.

Pemerintah mengharapkan, pada tahun 2021 nantinya National Logistic Ecosystem (NLE) akan bisa diterapkan pada 10 pelabuhan Indonesia. Sedangkan sejauh ini, yang sudah berhasil menerapkannya baru 4 pelabuhan saja.

“Pak Menko, Luhut dan Menkeu mengharapkan dari target awal kamu mungkin hanya 4-5 pelabuhan, tapi para menteri mengharapkan bisa sampai mencapai 10 pelabuhan, sampai 2021 ini” lanjutnya.

Dari penuturan Askolani, diketahui bahwa manfaat dari kerjasama yang dilakukan ini adalah untuk mengefisienkan biaya, waktu, dan juga sumber daya manusia.