freightsight
Selasa, 5 Juli 2022

PELABUHAN

Pengembangan Pelabuhan Binyu Jadi Pelabuhan Ekspor-Impor Masih Alami Banyak Kendala

25 Oktober 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Sunset Port © Ronan Furuta via Unsplash

Bangka Belitung siap untuk melakukan pengembangan Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu, hal ini adalah langkah nyata yang mereka lakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. pengembangan ini nantinya akan menjadikan pelabuhan biasa jadi pelabuhan ekspor impor.

Dalam kesempatan baru-baru ini, pihak pemerintah provinsi Bangka Belitung telah melakukan diskusi untuk rencana lanjutan pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Binyu. Acara ini mereka gelar secara online, di ruang rapat Wakil Gubernur, Senin (11/10/2021).

Dari diskusi yang dilakukan, diketahui bahwa rencana perubahan Pelabuhan Binyu, ternyata masih mengalami cukup banyak permasalahan. Salah satunya adalah, adanya indikasi batu karang, dan pasir area titik MPMT 2 dan 7, yang mana hal ini bisa menyebabkan terjadinya belokan tajam dari alur pelayaran.

Selain hal di atas, permasalahan lain yang juga dihadapi adalah, alur pelayaran yang cukup sempit mengingat adanya pendangkalan yang terjadi di sekitar alur. Hal ini terbilang cukup berbahaya, karena tidak mampu menjamin keselamatan pelayaran, serta memakan waktu tempuh yang cukup banyak untuk masuk ke dalam pelabuhan.

Untuk mengatasi masalah adanya batu dan pasir, sehingga menyebabkan alur yang masuk pelabuhan jadi berbelok tajam, maka stakeholder terkait perlu untuk melakukan studi lebih lanjut. Dengan studi tersebut diharapkan akan diketahui alat apakah yang cocok digunakan untuk untuk pengerukan, volume pengerukan, modeling arus, gelombang sedimentasi, bahkan juga estimasi biaya yang lebih rinci.

“Sejauh ini, Bangka Belitung masih mengalami kendala, terutama terkait pengerukan alur muara pelayaran. Untuk itu, kami meminta bantuan PT. Pelindo agar dapat melakukan Survei Investigasi Design, untuk melihat gambaran dan kondisi yang sesungguhnya dari alur pelayaran Pelabuhan Belinyu, di mana saja titik-titik yang mengalami hambatan. Selain itu, permasalahan anggaran juga menjadi kendala karena APBN pusat yang kami harapkan, tidak mungkin digunakan tahun ini,” terang Abdul Fatah, selaku wakil gubernur bangka belitung.

Selain itu, Wakil Gubernur, juga menyampaikan harapannya agar nantinya pihak kementerian dapat mengarahkan bangka belitung untuk lebih fokus pada hal penting dalam penyusunan rencana aksi.