freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Tarif Freight Shanghai Ke Eropa Meningkat Selama 10 Minggu Berturut-Turut

2 November 2021

|

Penulis :

Editor Freightsight

Kapal dok shanghai

Ship Docking at Reloading Wharf © Илья Ослопов via...

Dilaporkan bahwa telah terjadi peningkatan tarif freight yang signifikan untuk kontainer ekspor dari pelabuhan Shanghai di minggu ke 23. Peningkatan ini terjadi pada beberapa rute perdagangan, namun tidak termasuk bagi kontainer yang bertujuan ke pesisir barat Amerika Utara dan kawasan Asia. Laporan ini berdasarkan atas pernyataan yang dikemukakan oleh JIFFA atau the Japan International Freight Forwarders Association.

Titik kenaikan tarif untuk kontainer dengan tujuan Eropa meningkat sebesar 7.9 persen menyentuh angka U$ 6,355 per TEU. Dilihat dari perubahan dari minggu ke minggunya, kenaikan ini terjadi selama 10 minggu berturut-turut. Kontainer dengan tujuan Laut Tengah mengalami kenaikan tarif hingga US6,272 per TEU, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 5,4 persen dan menandai kenaikan dari minggu sebelumnya untuk 11 minggu berturut-turut.

JIFFA juga melaporkan adanya peningkatan tarif untuk rute ke Amerika Utara sebesar 0.9 persen menjadi US$ 8, 554 per FEU ke pelabuhan-pelabuhan di pesisir timur namun jatuh sebesar 3,5 persen menjadi US $ 4, 658 per FEU dengan tujuan ke pesisir Barat.

Di jalur perdagangan utara-selatan, kontainer dibebani tarif US$2,937 per TEU dengan tujuan Teluk Timur Tengah, meningkat 2,7 persen, dan US$ 2,279 per TEU tujuan Australia dan Selandia Baru, naik 5.8 persen. Menurut JIFFA biaya pengiriman ke Amerika Selatan meningkat hingga 2.3 persen menjadi US$ 9,120 per TEU, melampaui garis batas US 9,000-per-TEU yang sebelumnya berlaku untuk pertama kalinya.

Sedangkan untuk kontainer dengan tujuan Jepang, titik tarif ada di US$ 302 per TEU untuk tujuan ke Kansai, dan US$ 308 per TEU untuk tujuan ke Kanto. Jika dilihat dari angka tersebut maka bisa disimpulkan terjadi kenaikan tarif sebesar 1.6 persen dan 1 persen.

Peningkatan permintaan kapasitas dan peralatan yang terus melampaui batas jumlah suplai dan pelabuhan disebut sebagai penyebab utama. Ditambah dengan adanya kemacetan di Yantian dan beberapa pelabuhan lain di Cina yang menambah kekacauan kapasitas, kenaikan tarif freight ini di prediksi akan terus terjadi selama pandemi masih berlangsung tahun ini.