freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Inilah Alasan Mengapa Harga Gas di Eropa Melonjak Drastis

11 Oktober 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Sphere Gas © Patrick Federi via Unsplash

Dalam beberapa waktu kebelakang, harga gas Eropa mengalami pelonjakan yang sengat tinggi, bahkan hingga mencapai 60%, ternyata ini adalah buntut dari biaya energi yang sangat tinggi. Dengan adanya pelonjakan ini, kini uni Eropa memberikan peringatan.
Saat ini, harga gas berjangka di Inggris dan Jerman terus naik dan menciptakan rekor baru saat harga statistik listrik terus menguat. Hal ini sebagaimana data yang dilaporkan oleh pihak Bloomberg, pada rabu (6/10/2021). Dengan data tersebut, tentu saja saat ini mereka sedang dihantui masalah inflasi dan juga perlambatan ekonomi.

ÔÇ£ini seperti tekanan singkat yang klasik untuk saya. Saya memprediksi kita akan melihat para trader akan bangkrut dan melikuidasi posisi mereka,ÔÇØ kata Ronald Smith, Analis Senior BCS global market (6/10/2021).

Saat musim panas mulai di belahan bumi utara, biasanya pasar gas dan batu bara memang akan semakin ketat. Sedangkan di sisi lain, Eropa baru akan masuk pada musim dingin di pekan depan. Akan tetapi, kini pasokan gas Eropa sudah semakin menipis, dan terbatas.

Beberapa negara Eropa, seperti prancis dan Spanyol sudah meminta pihak Eropa untuk segera mengambil tindakan darurat, hal ini agar peningkatan harga gas tidak terus meroket.
Kadri Simson, selaku Komisioner Eropa, bidang energi telah mengatakan bahwa ia akan berjanji melakukan revisi pada aturan pasar di akhir tahun ini, demi mengantisipasi biaya yang semakin tinggi, dan berpotensi untuk menghambat pemulihan ekonomi.

ÔÇ£kejutan harga ini tidak dapat dipandang enteng. Ini menyakiti rakyat kita dan pada khususnya rumah tangga, dan melemahkan persaingan serta menekan inflasi,ÔÇØ kata Simson pada acara Debat Parlemen Eropa.

Diperkirakan bahwa harga gas di belanda akan mengalami kenaikan sampai 40% ini adalah rekor dengan nilai 162,125 euro per megawatt-hour, setelah ditutup juga naik 20% satu hari sebelumnya.

ÔÇ£ini konyol. Hampir tidak mungkin untuk membenarkan atau memenuhi syarat bagaimana dan mengapa mencapai harga bergerak begitu cepat dan sangat tinggiÔÇØ ujar Tom Marzec Manser, selaku analis ICIS.

Bagikan artikel ini: