freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Kenaikan Tarif Freight Diprediksi Akan Terus Berlanjut?

1 November 2021

|

Penulis :

Abdu Rauf

Kapal kargo besar berlayar

Black and Red Ship on The Water © Diego Fernandez ...

Kenaikan tarif freight terjadi secara signifikan sebagai salah satu dampak dari pandemi COVID-19, dan shipper merupakan salah satu pihak yang paling dirugikan dari dampak ini. Para pengamat mewanti-wanti para shipper untuk mengantisipasi kenaikan tarif freight dalam jangka waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Bahkan, diprediksi bahwa tidak akan ada penurunan tarif di pasaran setidaknya hingga Tahun Baru Cina 2022 dan tahun baru 2023.

Peringatan ini dinyatakan oleh CEO dari DHL Global Forwarding, Tim Scharwath. Beliau mengatakan bahwa dirinya juga sedang mengalami berbagai krisis pada usaha yang dijalankannya. Namun, sebagian besar krisis yang terjadi memang tidak dipungkiri terkait dengan dampak dari pandemi COVID-19. Tim juga tidak yakin kalau berbagai disrupsi yang terjadi sekarang ini akan bisa segera diatasi dalam waktu dekat. Setidaknya, dampak akan terus berlanjut hingga tahun baru Cina dan selepas itu, maka perlu dipantau bagaimana perkembangan dengan COVID-19 itu sendiri.

Kita bisa berekspektasi untuk industri pelayaran bisa kembali pulih di tahun 2023 dimana new normal akan diberlakukan dengan lebih global. Ada harapan tahun 2023 ini akan menjadi tahun kebangkitan bagi industri pelayaran namun memang tetap harus menunggu bagaimana alurnya berkembang tergantung dengan permintaan.

Tim juga menyarankan para shipper atau pengguna jasa pengiriman untuk lebih memikirkan rencana jangka panjang. Jangan hanya fokus pada penurunan tarif freight jangka pendek saja. Situasi ini bisa shipper manfaatkan untuk membangun hubungan kerja yang lebih baik dengan carrier dan forwarder. Dalam situasi seperti ini, shipper dirasa menjadi pihak yang paling terkena dampak dimana harus tetap membayar tarif yang terus melonjak, kualitas pelayanan pihak carrier yang kurang memuaskan, dan sebagainya. Namun, shipper akan bertahan jika merencanakan strategi yang lebih terarah dan jangka panjang.

Prediksi lain juga menyatakan bahwa tarif freight ini akan memburuk sebelum kembali membaik. Banyak yang yakin bahwa situasi akan kembali membaik, namun memang harus melewati berbagai situasi terburuk terlebih dahulu. Pasar akan terus bergerak mengikuti dinamika yang ada.