freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

TEKNOLOGI

Shipper Telah Mendorong UMKM Melalui Layanan Logistik juga Pergudangan

18 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Shipper

Gudang Shipper via bisnis-cdn.com

Shipper menjajaki kerja sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian RI demi memperkuat UMKM nasional dengan pemerataan distribusi juga efisiensi biaya logistik.

Efisiensi lewat teknologi dilakukan oleh Shipper tentu sangat diharapkan bisa mendukung pertumbuhan bisnis UMKM di daerah.

Bertepatan dengan Hari UMKM Nasional 2022, Shipper kini telah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian RI demi memperkuat UMKM nasional dengan pemerataan distribusi juga efisiensi biaya logistik.

“Guna membantu pemerataan ekonomi nasional dengan percepatan UMKM ke ekosistem digital, Shipper menjalankan berbagai program dan inovasi yang selaras dengan agenda prioritas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di tengah tantangan kondisi ekonomi global, kelancaran arus perdagangan dalam negeri menjadi semakin penting,” ungkap Budi Handoko, Co-founder & Chief Operation Officer Shipper.

Efisiensi lewat teknologi dilakukan oleh Shipper tentu sangat diharapkan bisa mendukung pertumbuhan bisnis UMKM di daerah.

Caranya tentu saja dengan melakukan transformasi digital lewat teknologi aggregator logistik menghubungkan penjual juga pembeli yang ada di seluruh Indonesia dengan penyedia 3PL.

“Dengan teknologi ini, UKM tentu saja pasti dapat menikmati tarif pengiriman terbaik dengan jangkauan yang tentu jauh lebih luas. Berdasarkan catatan Shipper, UKM yang menggunakan teknologi Shipper dapat menghemat hingga 20% biaya pengiriman,” ujarnya.

Shipper di sini juga melakukan terobosan dengan mendekatkan lokasi barang UMKM ke lokasi pasarnya melalui 300 gudang pintar atau smart warehouse yang telah tersebar di 35 kota di seluruh Indonesia dengan total mencapai 500.000 m2. Layanan pergudangan ini tentu saja mengintegrasikan pengelolaan gudang, inventori stok, pengelolaan toko online, penjualan, pengiriman, bahkan hingga laporan tracking barang secara real time yang hanya dengan satu aplikasi.

Dengan demikian, tentu saja UMKM di sini hanya cukup menempatkan barang dagangannya di gudang Shipper di kota menjadi target pasar. Dan sampai saat ini, Shipper juga sudah memiliki 35.000 penjual online juga ratusan perusahaan yang berskala besar di berbagai industri. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di sini juga ikut menjelaskan di dalam paparannya bahwa digitalisasi adalah aspek penting untuk mengakselerasi pemberdayaan UMKM.

“Melalui berbagai program seperti Bangga Buatan Indonesia, pemerintah secara konsisten memberdayakan UMKM agar mampu bersaing secara digital,” tegasnya.

Airlangga di sini juga mengapresiasi Shipper yang sudah membantu pemerintah lewat program inkubasi UMKM. “Ke depan, kami berharap industri logistik dan pergudangan menjadi salah satu sektor pendukung utama UMKM dalam upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi," tuturnya.

Sebagai tambahan, Pemerintah Indonesia juga kini menargetkan akan membawa 30 juta UMKM onboarding ke ekosistem digital pada tahun 2030 mendatang. Hingga Juni 2022 lalu, baru 19,5 juta UMKM tercatat masuk ke ekosistem digital. Beliau juga menjelaskan diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan swasta demi mempercepat akselerasi termasuk logistik dan pergudangan.