freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Pelabuhan Ningbo Terganggu Akibat Adanya Kebijakan Lockdown

14 Januari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan ningbo

Pelabuan Ningbo via splash247.com

• Gangguan virus Corona diketahui masih terus berlanjut di Ningbo China. Hal ini tentunya cukup merugikan mengingat Ningbo merupakan salah satu pelabuhan peti kemas terbesar ketiga di dunia.

• Logistik Nasional Ningbo, sebagai sebuah perusahaan penyimpanan kontainer dan truk, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak dapat beroperasi secara normal karena jalan yang ditutup.

Gangguan virus Corona diketahui masih terus berlanjut di Ningbo China. Hal ini tentunya cukup merugikan mengingat Ningbo merupakan salah satu pelabuhan peti kemas terbesar ketiga di dunia. Saat ini mereka masih terus berupaya untuk mempertahankan kegiatan operasi.
Saat ini telah dilakukan pembatasan untuk truk yang akan masuk ke area pelabuhan. Sedangkan untuk beberapa stasiun peti kemas kini juga hampir sepenuhnya menghentikan kegiatan operasi karena adanya lokckdown yang juga dilakukan Distrik Beilun, yang merupakan terminal untuk sebagian besar peti kemas.

Gelombang infeksi terbaru dari virus Corona jenis terbaru muncul pada 1 Januari. Yang mana pada 4 Januari lalu, tercatat ada sebanyak 26 kasus lokal yang telah terkonfirmasi. Hal ini sebagaimana yang disampaikan langsung oleh pihak pemerintah Ningbo pada siaran persnya. Kebanyakan dari penderita kasus ini adalah dari perusahaan pakaian bernama Shenzou Internasional.

Kemudian, dari sebanyak 20.000 pengemudi truk kontainer lokal, diketahui hanya ada 6.000 di antaranya yang mendapatkan izin khusus untuk masuk dan meninggalkan pelabuhan melalui 5 rute yang telah ditentukan.

Penundaan pengiriman tidak dapat dihindari karena kontrol lalu lintas, kata seorang pengirim barang lokal.

"Beberapa pengemudi truk yang terjebak di area lockdown tidak dapat mengajukan izin. Beberapa yang lain merasa enggan pergi ke Beilun dan terminal, karena saat ini dianggap sebagai area berisiko covid, sehingga mereka berusaha mengajukan persyaratan karantina di kota lain."

Beberapa gudang dan pabrik juga menghentikan pengambilan dan pengiriman kargo di tengah aturan lockdown, tambahnya.

“Dampaknya lebih buruk karena kita sekarang berada di musim puncak ekspor menjelang Tahun Baru Imlek.”

Logistik Nasional Ningbo, sebagai sebuah perusahaan penyimpanan kontainer dan truk, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak dapat beroperasi secara normal karena jalan yang ditutup.

Situasi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran atas memburuknya kemacetan pelabuhan di wilayah tersebut.