freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PELABUHAN

Kementrian Pertahanan Nilai China Bisa Memblokade Pelabuhan Dan Bandara Taiwan

12 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pasukan militer

Soldiers in Line to Get in a Plane © Pixabay Fu vi...

Baru-baru ini, Kementrian Pertahanan Taiwan membuat pernyataan yang menilai bahwa angkatan bersenjata China bisa saja memblokade bandara utama dan pelabuhan utama milik Taiwan. Pihak Taiwan menggambarkan hal ini sebagai sebuah ancaman militer yang sangat mengerikan dari China.

Diketahui China, memang tidak segan-segan dalam menunjukan kekuasaannya untuk menguasai Taiwan. Bahkan, China secara terang-terangan juga telah menerbangkan pesawat ke zona pertahanan udara Taiwan.

Berdasarkan data dari laporan yang diterbitkan setiap 2 tahun, Kementrian Pertahanan Taiwan dengan tegas menyatakan bahwa China telah meluncurkan medan perang zona abu-abu. Laporan tersebut disampaikan setelah sebelumnya ada laporan tentang penyusupan pesawat tempur milik China ke Taiwan, sebanyak 544 pesawat pada akhir Agustus lalu dan September 2020 lalu.

Menurut analisis yang dilakukan oleh pengamat militer, taktik tersebut memang dibuat oleh China, agar menaklukan Taiwan yang lelah terhadap konfrontasi militer.

Di samping itu, diketahui pula bahwa modernisasi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) ditargetkan akan rampung pada tahun 2035 mendatang. Para pasukan ini digadang-gadang akan mampu mengungguli tentara milik Taiwan, dan juga para tentara asing yang diketahui selama ini selalu menjadi tantangan tersendiri untuk China.

“Saat ini, PLA mampu melakukan blokade lokal terhadap pelabuhan utama, bandara, dan rute penerbangan kami, untuk memutus jalur komunikasi udara dan laut. Ini akan berdampak pada aliran pasokan militer dan sumber daya logistik kami,” ujar Kementerian Pertahanan Taiwan.

Pihak China memiliki klaim bahwa Taiwan sudah masuk dalam wilayah mereka. Akan tetapi, hal ini secara tegas dibantah oleh Presiden Taiwan. Ia menegaskan bahwa selama ini, Taiwan merupakan negara yang merdeka, ia juga berjanji akan terus mempertahankan demokrasi Taiwan.

Presiden Taiwan menegaskan bahwa saat ini pihaknya akan terus memperkuat pertahanan Taiwan, ia berjanji akan melakukan produksi senjata yang lebih banyak, dan akan melakukan pengembangan ini di dalam negeri, termasuk diantaranya adalah pembuatan kapal selam. Selain itu mereka juga akan membeli peralatan dari Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui bahwa bandara dan pelabuhan adalah merupakan urat nadi perekonomian suatu negara. Jadi, apabila bandara utama dan pelabuhan utama dilumpuhkan, maka secara mudah sebuah negara juga akan cukup mudah dilumpuhkan.