freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PENGIRIMAN LAUT

Biaya Pelayaran Kontainer Disebut Hanya Bagian Kecil Saja dari Logistik

6 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Cargo logistik pengiriman laut

An Aerial Shot of a Cargo Shipping Port © David Vi...

Saut Gurning selaku pengamat kemaritiman dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengatakan bahwa biaya pelayaran kontainer hanya merupakan bagian kecil saja dari logistik, sedangkan yang terbesarnya ada di darat. Ia mengatakan bahwa penyesuaian biaya angkutan kontainer (freight) domestik yang saat ini terjadi adalah hal wajar, dan memang dibutuhkan oleh para para pelaku usaha.

Ada beberapa faktor penyebab kenaikan biaya logistik, biaya solar yang kini naik jadi dua kali lipat adalah salah satunya. Selian itu, para pengusaha pelayaran juga tentunya sedang membutuhkan waktu untuk menata kembali bisnis mereka setelah dihantam pandemi Covid-19.

"Biaya pelayaran kontainer itu hanya bagian kecil dari total biaya logistik. Hanya sekitar 15-20 persen, sementara komponen biaya terbesar justru ada di darat, hingga 50 persen," ujar Saut.

Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, maka Saut menilai bahwa industri pelayaran domestik memiliki peran strategis untuk logistik nasional.

Menurutnya adanya penyesuaian freight domestik yang kini ada, juga merupakan bagian dari upaya pemulihan industri pelayaran. Karena, industri pelayaran memang memiliki kemampuan yang terbilang berbeda untuk menghadapi dampak dari pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Saut memberikan contoh nyata soal ekspor-impor yang berhasil melonjak ratusan bahkan ribuan kali lipat, berdasarkan negara tujuannya. Sedangkan di dalam negeri sendiri, diketahui bahwa perusahaan pelayaran secara praktis justru tidak banyak melakukan penyesuaian harga, hal ini mengingat kondisi ekonomi yang terbilang menurun drastis akibat pandemi Covid-19. Dan harus diakui bahwa pemulihan sektor pelayaran memang bukanlah hal mudah.

"Lebih dari setahun ini perusahaan pelayaran domestik dituntut mampu bertahan menghadapi pandemi. Salah satunya adalah tidak menaikkan freight antar pulau. Jadi perusahaan pelayaran domestik itu sudah banyak berkorban selama pandemi ini. Kalau sekarang mereka melakukan penyesuaian freight ke beberapa pelabuhan tujuan, itu masih bisa dipahami," ujarnya.

Selain itu, Saut juga menilai bahwa efisiensi logistik sebenarnya masih sangat mungkin untuk dilakukan. Asalkan mau melakukan pemangkasan biaya-biaya dari logistik yang ada di darat.

“Efisiensi bisa dilakukan melalui standarisasi SOP menuju pelabuhan, digitalisasi layanan, integrasi pelabuhan hingga service excellent sebagai standar layanan logistik. Jika biaya-biaya di darat bisa lebih efisien, tentunya akan berdampak secara menyeluruh terhadap biaya logistik kita,” jelas Saut.