freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PENGIRIMAN DARAT

Aptrindo Katakan Tarif Sewa Truk di Jateng & DIY Kini Resmi Naik 25 Persen

9 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Truk Logistik

Ilustrasi Truk Logistik via yosualogistik.co.id

Aptrindo menyatakan bahwa kenaikan tarif angkutan barang kini berjalan beriringan dengan harga BBM.

Pemerintah wajib meluruskan kembali masyarakat berhak menerima subsidi juga menegaskan kendaraan umum yang memiliki plat kuning.

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyatakan bahwa kenaikan tarif angkutan barang kini berjalan beriringan dengan harga bahan bakar minyak (BBM).

Agus Pratiknyo selaku Wakil Ketua Bidang Angkutan Distribusi dan Logistik Aptrindo Jawa Tengah dan DIY mengatakan bahwa dengan naiknya harga BBM tersebut telah disambut baik oleh pengusaha angkutan barang.

Menurut Agus, dengan naiknya harga BBM ini tentu akan menimbulkan dampak pada penyesuaian tarif sewa yang telah dibebankan kepada para konsumen.

"Sesuai kalkulasi imbas kenaikan harga Bio Solar 32 persen, akan berdampak kenaikan sewa konsumen sekitar 25 persen," kata Agus, Selasa (6/9/2022).

Kenaikan sewa yang sekitar 25 persen tersebut telah dianggap bisa menutup biaya operasional dalam dunia angkutan barang untuk bisa bangkit kembali.

"Selama ini telah berdarah-darah, mendorong semangat untuk berinvestasi kembali," ujarnya.

Pemerintah Agus juga berkata bahwa pemerintah wajib meluruskan kembali masyarakat yang berhak menerima subsidi. Termasuk menegaskan kendaraan umum yang memiliki plat kuning.

"Agar praktik penyaluran BBM bersubsidi di lapangan dapat benar-benar tepat sasaran," katanya.

Kebijakan pembatasan pembelian BBM di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tentu saja rupanya juga harus ditegaskan. Menurutnya, ini adalah cara untuk bisa menghindari gejolak antrean panjang.

Kemudian, kata Agus pemerintah juga perlu mengkaji ulang terkait persyaratan pembelian BBM bersubsidi di SPBU yang diwajibkan dengan menggunakan aplikasi MyPertamina.

"Pembelian ribet pakai aplikasi oleh para pembeli cenderung tidak melihat kondisi faktual di lapangan," tuturnya. Dalam pengamatannya, semua sektor tentu akan mengikuti setiap kali kenaikan BBM.

Pihaknya juga berharap bahwa pemerintah bisa mengantisipasi efek domino dari naiknya harga BBM.

"Jangan sampai kenaikan harga BBM ini hanya sekadar obat penenang yang hanya sesaat dirasakan untuk mengobati luka para pelaku usaha angkutan barang," tuturnya.