freightsight
Rabu, 28 September 2022

PENGIRIMAN UDARA

Varian COVID-19 Terbaru dan Dampaknya Pada Industri Logistik dan Pelayaran

2 November 2021

|

Penulis :

Abdu Rauf

visualisasi virus Corona

Visualisation of Corona Virus © Fusion Medical Ani...

COVID-19 belum juga usai namun varian virus baru justru muncul. Bahkan kasus dari varian Delta Coronavirus ini meningkat secara drastis di negara-negara kawasan Asia Tenggara yang mengekspor ke Amerika.

Pandemi sendiri memang sudah jelas berdampak terhadap industri pengiriman secara global terlihat dengan krisis yang berlangsung hingga satu setengah tahun terakhir. Dampak yang muncul memang ada yang negatif dan positif. Namun sebagian besar dampak yang dirasakan ialah dampak negatif khususnya bagi industri pengiriman kontainer internasional. Tidak hanya karena adanya larangan perjalanan, vaksinasi, kelangkaan tenaga kerja, kini varian virus baru yang diberi nama varian Delta menambah kasus COVID-19 dan dampaknya harus diantisipasi.

Sebelum varian Delta ini datang, industri logistik dan pengiriman kontainer sedang dalam masa pemulihan untuk segera bisa mengembalikan operasional normal pada rantai pasokan untuk importir Amerika yang terkena dampak dari lumpuhnya pelabuhan Yantian. Kini, varian virus baru muncul dan mengganggu proses pemulihan industri logistik secara global.

Tantangan kembali dihadapi rantai pasokan kontainer

Beberapa negara Asia yang memproduksi impor kontainer untuk Amerika saat ini sedang mengalami krisis akibat dampak dari varian virus Delta karena meningkatnya jumlah kasus yang terinfeksi, misalnya saja seperti Malaysia. Ini merupakan salah satu negara utama di sektor furnitur namun sayangnya harus menjalani peraturan lockdown yang ketat sejak awal Juni karena kenaikan jumlah terinfeksi.

Bangladesh juga menjadi negara yang memberlakukan lockdown akibat munculnya varian Delta ini. Tentu saja, hal ini akan berimbas pada industri rantai pasokan karena banyak pabrik yang akhirnya harus tutup atau mengurangi produksi mereka. Situasi yang sama dihadapi Thailand dimana negara ini mengalami kenaikan kasus terinfeksi dan kasus kematian tertinggi.

Begitu pun yang terjadi di Indonesia yang merupakan pemasok barang-barang ke Amerika. PMI menyatakan bahwa Indonesia tengah mengalami bencana besar-besaran akibat varian virus terbaru ini. Dan sama seperti negara lainnya yang terdampak, Indonesia juga segera memberlakukan lockdown yang ketat khususnya di kawasan padat penduduk seperti di Pulau Jawa dan Bali.

Berbagai masalah rantai pasokan yang terjadi sejak tahun 2020 memang sebagian besarnya berkaitan dengan pandemi COVID-19. Asia, Eropa, dan Amerika yang merupakan lingkaran perdagangan global menghadapi berbagai masalah yang tidaklah mudah untuk diatasi. Permintaan impor semakin meningkat, disrupsi pasokan semakin kacau, kapasitas pengiriman semakin berkurang, kontainer semakin langka, tarif freight melonjak, serta kualitas pelayanan yang menurun merupakan beberapa isu yang dihadapi sektor perdagangan dan pelayaran dunia akibat pandemi COVID-19. Dan varian Delta ini tentunya semakin memperburuk situasi.

Industri pengiriman migas juga telah menghadapi krisis sejak kuartir keempat 2020 dan diharapkan akan bangkit di awal tahun 2021 namun kemunculan varian COVID-19 baru kembali mengganggu proses pemulihan. Terlebih karena negara-negara yang terinfeksi varian Delta ini merupakan negara pengimpor migas terbesar dengan tujuan Eropa dan Amerika seperti Bangladesh dan Indonesia yang merupakan importir gas terbesar di kawasan Asia-Pasifik.

COVID-19 juga memotong berbagai jalur perjalanan udara internasional sehingga menurunkan permintaan pembelian migas jalur laut. Hong Kong di bulan Juni menunda semua penerbangan dari Inggris dan Turki menunda semua penerbangan dari Bangladesh, Brazil, Afrika Selatan, India, dan Sri Lanka.

Meskipun ada harapan untuk pemulihan cepat, namun akan sulit untuk pemulihan dapat dicapai di akhir tahun ini karena proses pembangunan sistem pengiriman memakan cukup banyak waktu. Diharapkan di kuartir kedua tahun 2021 industri pengiriman migas akan kembali menggeliat.

Adanya varian virus baru COVID-19 berdampak besar terhadap perdagangan global. Kapasitas pengiriman diprediksi baru akan terjadi 2 tahun ke depan dan tergantung dari situasi perkembangan pandemi. Selanjutnya, nasib pertumbuhan industri pelayaran akan bergantung pada kebangkitan ekonomi yang merata pasca pandemi. Diharapkan pengiriman kontainer akan menjadi sektor yang akan segera pulih dengan cepat. Jika tahun depan geliat ekonomi terlihat, maka industri maritim dan pelayaran global bisa berangsur bangkit. Sektor logistik diharapkan bisa tumbuh dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi setidaknya hingga 11 persen.