freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PENGIRIMAN LAUT

Tol Laut Pelni Mengangkut Hingga 20 Kontainer Minyak Goreng ID FOOD Menuju Morotai

28 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Minyak Tol Laut via liputan6.com

Pelni melalui program tol laut menggunakan KM Logistik Nusantara 5 mengangkut 20 kontainer minyak goreng dari BUMN Holding Pangan ID FOOD.

Harga angkutan dengan kapal Tol Laut disubsidi Pemerintah diharapkan menurunkan ongkos logistik ke wilayah 3TP.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (persero) atau Pelni melalui program tol laut menggunakan KM Logistik Nusantara 5 mengangkut 20 kontainer minyak goreng dari BUMN Holding Pangan ID FOOD. Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Yossianis Marciano menjelaskan bahwa muatan minyak goreng diberangkatkan dari Surabaya menuju Morotai, Maluku Utara.

Pada pelayaran tersebut, KM Lognus 5 mengangkut 211 TEUS dry container dan 9 reefer container. Dari jumlah itu, 36 kontainer adalah muatan minyak goreng dengan 20 kontainer adalah minyak goreng dari Holding Pangan ID FOOD.
"Untuk 36 kontainer, totalnya 674.400 liter, dengan 392.140 liter diantaranya milik ID FOOD," jelasnya, Senin (26/9/2022).

KM Lognus 5 merupakan satu dari enam kapal Tol Laut milik Pelni dengan daya angkut 225 TEUS kontainer kering juga 10 TEUS kontainer reefer. Total 10 trayek penugasan Tol Laut dari Pemerintah lewat Kementerian Perhubungan RI, KM Lognus 5 mengisi rute T-10 dengan jalur Tg. Perak – Tidore – Morotai - Galela - Buli – Maba – Weda – Tg. Perak.
Dari data per 22 September 2022, KM Lognus 5 menunjukkan kinerja terbaik sepanjang 2022 dengan total mengangkut 1.523 TEUS muatan berangkat lalu 765 TEUS muatan balik dengan capaian load factor sebesar 132 persen.

Muatan bahan pokok paling banyak diangkut yaitu beras, minyak goreng, telur dan air mineral. Trayek T-10 merupakan trayek paling ramai, beliau mengharapkan bantuan pemerintah daerah mempromosikan kehadiran kapal Tol Laut untuk pelaku usaha di wilayah masing-masing.

Harga angkutan dengan kapal Tol Laut disubsidi Pemerintah diharapkan menurunkan ongkos logistik ke wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP). Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha mengatakan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Dari Dan Ke Wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar Dan Perbatasan (T3P), Pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan barang pokok juga penting diantaranya Minyak Goreng untuk masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

"Oleh karena itu Kementerian Perhubungan bersama dengan Kementerian Perdagangan bersinergi bersama dengan ID FOOD melanjutkan pendistribusian Minyak goreng kemasan MINYAKITA yang manfaatnya sudah lebih dulu dirasakan saudara-saudara kita yang tinggal di Provinsi Papua, Maluku dan NTT," jelasnya.

Arif meminta Kementerian Perdagangan dan Pemda melakukan pengawasan terhadap harga jual MINYAKITA di Provinsi Maluku Utara, sehingga upaya menekan disparitas harga dan pemenuhan kebutuhan Bapokting di daerah tercapai.
"Saya ingatkan kembali kepada para pengguna Tol Laut agar selalu mematuhi ketentuan yang sudah ditetapkan. Barang-barang yang dikirim melalui Kapal Tol Laut tentunya harus lebih murah harga jualnya di wilayah 3TP," tekannya.

Sebelum 1,3 juta liter minyak goreng kemasan diangkut kapal tol laut KM. Kendhaga Nusantara 12, dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju ke daerah di wilayah Timur Indonesia, yakni Papua, Maluku, dan NTT. Pendistribusian minyak goreng dilaksanakan melalui Program Gerai Maritim bersinergi dengan Program Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Barang di Laut (Tol Laut) Ke Wilayah 3TP merupakan sinergi dari Kemendag, Kemenhub dan ID FOOD selaku BUMN pangan pemasok MinyaKita, juga PT Bina Karya Prima (BKP) selaku produsen minyak goreng.
Dengan upaya ini diharapkan bisa menjaga stabilitas harga barang/logistik seperti minyak goreng, khususnya di daerah wilayah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan (3TP).