freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PENGIRIMAN UDARA

Buntut Kelangkaan Kontainer, Pemerintah Berikan Fasilitas Ekspor Bagi UKM Terdampak

1 November 2021

|

Penulis :

Editor Freightsight

Kontainer Ekspor Impor bertumpuk di pelabuhan

Blue Red and Yellow Intermodal Containers © Paul T...

Beberapa waktu kebelakang telah terjadi kelangkaan kontainer, hal ini tentu saja menyebabkan terjadinya hambatan logistik, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Demi menjaga pasar yang lebih luas di masa seperti ini, pemerintah memutuskan untuk terus memberikan fasilitas ekspor bagi UKM.

Akibat terjadinya perang dagang antara China dan Amerika, kini membuat terjadinya lonjakan pada permintaan ekspor barang-barang Indonesia. Hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Muhammad Lutfi, selaku Menteri Perdagangan. Lebih lanjut, Lutfi juga menilai situasi tersebut seharusnya menjadi hal yang bisa berpeluang menguntungkan bagi Indonesia, termasuk untuk bidang ekspor.

“Saat ini, Indonesia kebanjiran permintaan produk untuk diekspor ke luar negeri. Hal ini merupakan peluang yang luar biasa untuk mendorong ekspor nasional,” beber Lutfi pada acara dialog bersama UKM di sela-sela Expo 2020 Dubai, Minggu (3/10/2020).

Sayangnya, meskipun saat ini ada peluang yang besar karena naiknya permintaan ekspor, namun pelaku usaha harus menghadapi masalah naiknya biaya pengapalan yang naik hingga 5 sampai 10 persen, jika dibandingkan dengan harga normal. Saat ini, biaya pengapalan barang ekspor bisa mencapai USD 10.000 – USD 20.000, tiap kontainer.

“Terkait tarif pengiriman ekspor jalur laut yang meningkat, kami memberikan usulan kepada para pelaku UKM, khususnya untuk UKM yang ekspor produk berukuran kecil, atau ringan untuk lebih baik beralih dari pengiriman jalur laut ke jalur udara. Hal ini mengingat adanya penurunan angka penumpang pesawat yang mengharuskan perusahaan penerbangan untuk tetap terbang dengan membawa muatan kargo,” terang Lutfi.

Di sisi lain, Arsjad Rasjad selaku ketua Kadin Indonesia, pada kesempatan yang sama juga mengungkapkan bahwa pihaknya, akan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan terkait, agar bisa bersama-sama mencari solusi mengenai berbagai hambatan yang saat ini sedang dialami oleh para pelaku usaha.

“Kadin juga berupaya membuat ekosistem yang dapat menghubungkan UKM dengan para calon buyers. Hal itu dilakukan agar mempermudah ekspor ke negara-negara tujuan. Rencana, proyek ini akan dilakukan di Australia, Swiss, serta memanfaatkan perhelatan Expo 2020 Dubai untuk mengembangkan proyek di UEA,” pungkas Arsjad.