freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PELABUHAN

Menteri BUMN Minta Pelindo Bikin Pelabuhan Super Hub ASEAN

27 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan import ekspor

Big Port Logistic © cegoh via Pixabay

• Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan menilai bahwa telah terjadi peningkatan untuk kondisi makro dan infrastruktur Indonesia dalam kurun waktu dari 2015-2018.

• Setidaknya, ada 5 upaya yang telah dilakukan oleh pihak kementerian perhubungan untuk melakukan optimalisasi pada sektor logistik nasional.

Erick Tohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan himbauannya pada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk bisa membuat Pelabuhan di Indonesia super Hub di kawasan ASEAN.

“Pelindo harus jeli melihat kesempatan tersebut [hub] karena Indonesia memiliki potensi pasar yang besar,” ujar Erick Thohir melalui siaran pers, Rabu (24/11/2021).

Di sisi lain, Budi Karya Sumadi selaku menteri perhubungan menilai bahwa telah terjadi peningkatan untuk kondisi makro dan infrastruktur Indonesia dalam kurun waktu dari 2015-2018. Bahkan, peningkatan ini terjadi cukup signifikan terutama untuk bidang logistik dan infrastruktur.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan bahwa hal di atas menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki daya saing global yang semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Dikatakan pula bahwa merger Pelindo merupakan salah satu upaya untuk bisa menurunkan biaya logistik nasional, sehingga indeks logistik nasional juga bisa diperbaiki.

“Penggabungan ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi pelabuhan Indonesia di kancah Internasional, efisiensi lalu lintas barang antar pulau, peningkatan produktivitas dan efisiensi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut budi karya juga menjelaskan tentang beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh pihak Kemenhub dalam menurunkan biaya logistik. Pertama, mereka menentukan arah kebijakan pembangunan bidang transportasi laut pada tahun 2020-2024 demi mendukung konektivitas maritim nasional.

Dalam kebijakan tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi titik berat, misalnya agar bisa mewujudkan logistik maritim di dalam negeri, meningkatkan sarana dan prasarana, keselamatan, regulasi, pengembangan pelabuhan hub internasional dan pelabuhan pendukung tol laut, teknologi informasi, revitalisasai kelembagaan, dan pemanfaatan pembiayaan alternatif.
Upaya kedua, menerapkan konsep hub and spoke pada beberapa pelabuhan di Indonesia. Yang mana hal ini memiliki tujuan untuk menunjang program tol laut, yang harapannya bisa mengoptimalkan pendistribusian barang, dan pengembangan ekonomi di daerah terluar, terpencil, terdepan, dan perbatasan.

Upaya ketiga, melakukan sinergi dengan kementerian atau lembaga melalui pembentukan National Logistic Ecosystem (NLE), dengan demikian proses logistik nantinya akan lebih efisien dan terintegrasi.

Digitalisasi layanan pelabuhan menjadi upaya keempat yang dilakukan oleh Kemenhub. Entah itu dalam cangkupan digitalisasi perizinan, maupun pelayanan, seperti : SITOLAUT, SIMALALA, serta Inaportnet, yang mana aplikasi ini sudah dipakai oleh sebanyak 54 pelabuhan.

Selain itu, Menhub juga membahas soal 636 pelabuhan yang saat ini digunakan untuk melayani angkatan laut. Serta 57 terminal yang menjadi bagian dari pelabuhan, dan ada 1.321 rencana lokasi pelabuhan.
“Kami terus berupaya untuk menurunkan waktu dwelling time, meningkatkan standarisasi kinerja dan juga melakukan pengelolaan pelabuhan secara terpadu,” ujarnya.