freightsight
Jumat, 19 Juli 2024

TEKNOLOGI

Teknologi Dongkrak UMKM Hingga Berkontribusi ke G20

24 Juni 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor UMKM

Ilustrasi Teknologi UMKM via paper.id

Teknologi terbukti mampu mendongkrak pamor UMKM. KADIN Indonesia mengajak seluruh negara anggota G20 untuk ikut dalam dialog perumusan solusi pemulihan dan penguatan ekonomi global.

Teknologi terbukti mampu mendongkrak pamor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bantuan teknologi bahkan membuat sektor ini cukup kebal dengan pandemi Covid-19.

Terbukti, berdasarkan data yang diperoleh KADIN, dari sebanyak 12,5% UMKM Indonesia yang sudah menerapkan strategi jualan online pada saat pandemi COVID-19 di tahun 2020-2021, seluruhnya tidak terkena dampak ekonomi. Bahkan sebesar 27,6% di antaranya menunjukkan peningkatan penjualan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan tentang pentingnya pengembangan UMKM Indonesia dalam meningkatkan kapasitas di era digital agar pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terwujud.

UMKM memiliki peranan penting dan strategis dalam struktur perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan 99,99% dari pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dengan penyerapan tenaga kerja hingga 97% dan berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 61,97%.

Maka dari itu, peran sektor swasta terutama korporasi untuk berkolaborasi dengan pemerintah sangat dibutuhkan agar UMKM semakin berdaya saing pada era digital seperti sekarang.

"Bantuan dari pelaku usaha besar dan Pemerintah dapat mengurangi beban tantangan para pelaku UMKM, contohnya seperti bantuan modal," ujar Arsjad pada Rabu (22/2/2022).

Hal yang sama juga dijalankan KADIN sebagai bentuk partisipasi langsung mewujudkan semangat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Saat ini, KADIN Indonesia mendorong penguatan kemitraan, sinergi, dan kolaborasi antara UMKM dengan usaha besar dalam rantai pasok industri," terusnya.

Terlebih, UMKM juga tidak terlepas dari dinamika yang terjadi saat ini dimana dunia usaha sudah memasuki era Industri 4.0. Semua hal terintegrasi melalui digital.

"KADIN Indonesia berharap UMKM dapat mengatasi tantangan yang selama ini dihadapi, seperti akses permodalan dan bahan baku, akses pemasaran termasuk untuk menembus pasar ekspor juga perluasan cakupan wilayah jangkauan melalui digitalisasi," paparnya.

Pada peran sebagai penyelenggara Business Forum B20, KADIN Indonesia mengajak seluruh negara anggota G20 untuk ikut dalam dialog perumusan solusi pemulihan dan penguatan ekonomi global.

Harapannya akan ada lebih banyak lagi investasi yang masuk ke Indonesia untuk mempercepat pemulihan dan pergerakan perekonomian nasional. Benang merahnya adalah inovasi dan kolaborasi.

"Kolaborasi antar pemerintah, masyarakat, dan asosiasi bisnis dari berbagai negara dan kategori industri yang berbeda akan memberi masukan dari sudut pandang yang kaya dan beragam. Diharapkan nantinya akan disusul dengan aksi nyata dan kebijakan yang bisa diimplementasikan demi terwujudnya ekonomi yang inklusif," ucapnya.

Secara terpisah, Co-Chair Trade & Investment Task Force B20 tahun 2022 Dr. Juan José Daboub mengatakan pandemi COVID-19 yang berlangsung selama dua tahun ini memberikan dampak besar bagi perekonomian di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Untuk pertama kalinya di ajang G20, Indonesia memiliki kesempatan untuk membentuk kebijakan perekonomian dunia yang inklusif, dengan menyertakan keterlibatan semua pihak, termasuk dalam membantu UMKM.