freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

INFO INDUSTRI

Selain Adanya Kelangkaan Kontainer Krisis Lain Juga Sedang Menghantui Sektor Logistik

26 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan sektor logistik

Container Crane © Emphyrio via Pixabay

• Sektor logistik sedang mengalami berbagai krisis, karena nyatanya kelangkaan kontainer bukan satu-satunya masalah yang harus dihadapi oleh pelaku usaha.

• Kementerian Perhubungan melakukan sinergi dengan Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia untuk mencari berbagai solusi pemecahan masalah yang mereka hadapi.

Baru-baru ini Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan kembali mengangkat pembicaraan soal krisis yang dialami oleh sektor logistik. Rupanya saat ini masalah yang mereka hadapi bukan hanya masalah kelangkaan kontainer yang memang terjadi secara global.

Budi Karya mengatakan bahwa krisis kontainer yang saat ini terjadi mulanya memang terjadi karena adanya masalah secara global, yang mana kala itu pelabuhan internasional besar di luar negeri sedang mengalami masalah, sehingga terjadi mogok, dan mengakibatkan banyak kapal tertahan, dampaknya banyak kontainer yang juga ikut tertahan.

"Ini ada kontraksi di tingkat internasional kita tahu ada mogok di Eropa, Amerika sehingga kapal stuck di sana, kontainer juga tertahan di sana," ungkap Budi Karya dalam webinar Kagama, Selasa (23/11/2021).

Ia juga menjelaskan bahwa hal ini kemudian menyebabkan harga kirim barang menjadi naik. Tidak hanya karena kontainer yang jumlahnya sedikit, akan tetapi juga karena banyak perusahaan yang menahan ruang kapalnya untuk mengangkut barang.

Dengan kondisi ini, diketahui bahwa bukan hanya terjadi krisis kontainer saja, namun juga telah terjadi krisis ruang kapal, yang pada akhirnya hanya membuat harga kirim barang jadi naik.

"Celakanya menurut data, hal ini juga dimanfaatkan oleh shipping line untuk memberikan suatu ruang kapal yang terbatas pula. Jadi, sebenarnya bukan krisis kontainer lagi sekarang, tapi krisis ruang," ungkap Budi Karya.

"Ruang kapal itu berkurang maka otomatis di dalam negeri jadi suatu kontraksi juga di mana angkutan tertentu menipis, ruang kapal berkurang, harga jadi naik," lanjutnya.

Dari penuturan Budi Karya, diketahui bahwa saat ini pihak pemerintah telah melakukan pembicaraan dengan pihak Kamar Dagang Industri (Kadin) selaku organisasi yang pengusaha untuk mencari jalan keluar dari masalah yang saat ini ada. Salah satu cara yang akan mereka lakukan adalah dengan menghimpun para anggota Kadin untuk memberikan ruang kapal lebih dan mengirim barang secara kolektif keluar negeri.

"Kita sudah koordinasi dengan Kadin bagaimana solusinya, di antaranya kita mau ada Indonesia Incorporated yang mulai satu perjalanan," ungkap Budi Karya. Akan tetapi pada kenyataannya, hal tersebut memang sulit untuk dilakukan, Budi Karya membeberkan bahwa saat ini antar pengusaha pelayaran justru saling berkompetisi.

"Nggak mudah ternyata antara pelayaran ini ada kompetisi juga kami sedang damaikan mereka agar kompak dan bikin barangnya dikumpulkan dan efisien," ungkap Budi Karya.