freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

OPINI AHLI

Saran ITPC Los Angeles Untuk Para Supplier Asal Indonesia

23 Desember 2021

|

Penulis :

Editor Freightsight

Supply logistik

Robots efficiently sorting hundreds of parcels per...

Indonesia telah melakukan kegiatan pengiriman barang sejak lama. Kegiatan pengiriman barang ini menjadi salah satu cara untuk para pebisnis asal Indonesia mengirimkan produknya ke konsumen yang berada di luar negeri. Itulah mengapa, ketika adanya permasalahan kelangkaan kontainer, kegiatan ekspor dari Indonesia pun mengalami gangguan.

Dilansir dari sebuah media pemberitaan, yang menyebutkan adanya kelangkaan kontainer di beberapa pelabuhan yang ada di negara Amerika Serikat. Kelangkaan kontainer ini menyebabkan, proses pengiriman barang mengalami kemacetan. Berbagai peti kemas yang seharusnya telah diproses pun, menumpuk di sekitaran pelabuhan. Adanya tumpukan peti kemas tersebut berdampak pada lalu lintas di wilayah laut.

Bayu Nugroho, salah satu perwakilan dari Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Los Angeles, menjelaskan bahwa kelangkaan kontainer ini memberikan dampak berbeda bagi Amerika Serikat. Jika fenomena tersebut membuat pebisnis dari Indonesia mengalami kerugian, justru Amerika Serikat mengalami keuntungan. Keuntungannya adalah melonjak nya nilai logistik menuju AS.

“Terkait kelangkaan kontainer secara Global, di Amerika sendiri sangat berbeda. Adanya pandemi Covid-19 memang membuat AS tidak melakukan banyak produksi. Akan tetapi nilai impor nya tetaplah tinggi. Sehingga di beberapa pelabuhan pun terjadi penumpukan peti kemas. Keadaan ini membuat nilai Logistik AS mengalami kenaikan. Kenaikannya pun cukup besar, tidak hanya 200 atau 300, bahkan lebih” kata Bayu Nugroho dalam webinar virtual Andalin 2021 bertajuk Permasalahan kegiatan Ekspor ke Amerika Serikat serta Cara mengatasi kelonjakan harga dan kekurangan kapasitas kargo.

Beliau juga menambahkan, meskipun nilai logistik AS mengalami kenaikan, namun ada peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para supplier asal Indonesia. Pemerintah AS sama seperti pemerintah dari negara lainnya, dimana ketika masa pandemi ini memberlakukan aturan yang mengharuskan masyarakatnya untuk bekerja dari rumah. Adanya aturan tersebut, tentu membuat mereka perlu membenah rumah agar menjadi tempat bekerja yang nyaman. Maka yang dibutuhkan adalah peralatan furniture.

“Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan kebijakan untuk memberikan intensif bagi masyarakatnya selama masa lock down. Jumlahnya pun cukup banyak. Sehingga ketika diberlakukan WFH, mereka akan mempercantik rumah. Tentunya dengan membeli beberapa furniture. Karena itulah, permintaan furniture sejak tahun 2020 telah bertambah hingga 20%” kata Bayu Nugroho.

Adanya kondisi tersebut tentu menjadi peluang bagi para supplier Indonesia. Terutama bagi perusahaan yang berfokus pada bidang furniture. Terlebih masyarakat AS telah memiliki ketertarikan dengan berbagai furniture asal Indonesia. Namun, sebelum melakukan pengiriman, pihak ITPC memberikan sebuah saran. Beliau menyarankan, teruntuk para supplier disarankan untuk memperbaiki Company Profile terlebih dahulu. Setidaknya, lengkapilah mengenai keterangan terkait produknya. Jika perlu, kirimlah terlebih dahulu contoh produknya. Itulah saran yang bisa diberikan oleh perwakilan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Los Angeles, untuk membantu para supplier asal Indonesia dalam memperkenalkan produknya.