freightsight
Selasa, 5 Juli 2022

DOMESTIK

Saham Sawit Tak Langsung Terbang walaupun Besok Ekspor CPO Dibuka

23 Mei 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor Sawit CPO

Ekspor Sawit via indonesia.go.id

Direktur PT TRX Garuda Berjangka menilai pembukaan larangan ekspor CPO dan minyak goreng tidak akan serta-merta membuat emiten bergerak di sektor kepala sawit menguat signifikan.

Ibrahim mengatakan bahwa kebijakan larangan ekspor CPO membuat industri kelapa sawit dalam negeri karut-marut.

Ibrahim Assuabi selaku Direktur PT TRX Garuda Berjangka menilai bahwa pembukaan larangan ekspor CPO dan minyak goreng tidak akan serta-merta membuat emiten bergerak di sektor kepala sawit menguat signifikan karena pasar masih lebih dulu melihat tren kebijakan ini terhadap industri.

Ibrahim mengatakan saat dihubungi pada Ahad, 22 Mei 2022 bahwa saham (emiten sawit) tidak langsung terbang dan mungkin akan berdampak, tetapi dalam tiga hari. Pada Selasa atau Rabu akan kelihatan penguatan saham untuk emiten berbasis kelapa sawit.

Ibrahim mengatakan bahwa kebijakan larangan ekspor CPO membuat industri kelapa sawit dalam negeri karut-marut. Petani paling menerima imbas karena harga tandan buah segar (TBS) anjlok setelah keran ekspor ditutup.

Ini terjadi karena penyerapan komoditas kelapa sawit dari pengusaha rendah. Sedangkan di sisi lain seiring berlakunya larangan ekspor, harga minyak goreng dalam negeri tidak berhasil turun. Dengan begitu, upaya pemerintah membekukan pengiriman CPO dan minyak goreng ke luar negeri berbanding terbalik dengan target dan tujuannya.

Ibrahim mengatakan bahwa keinginan pemerintah tentang kepentingan masyarakat, tetapi sebaliknya. Harga minyak goreng tidak turun, petani dirugikan larangan ekspor dan ini yang membuat harga CPO masih stagnan.

Selain tidak langsung berdampak ke pasar saham rupanya kebijakan larangan ekspor tak semerta-merta membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat. Rupiah akan melemah karena faktor eksternal, seperti inflasi global dan kondisi perekonomian dunia.

Ibrahim juga menambahkan bahwa mata uang rupiah terfluktuasi. Rupiah melemah pada penutupan Senin (23/5/2022) serta kemungkinan menyentuh level Rp 15 ribu dan Bank Indonesia akan melakukan intervensi.

Adapun penutupan perdagangan Jumat, 20 Mei 2022, sejumlah saham emiten sawit menguat dan saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) TAPG kapitalisasi pasar Rp 14,19 triliun menguat 4,38 persen atau 30 poin ke posisi 715.

Saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) kapitalisasi pasar Rp11,24 triliun ditutup menguat 2,61 persen atau 30 poin ke level 1.180 kemudian saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) melonjak 7,14 persen atau 40 poin ke level 600 dan kapitalisasi pasar DSNG sebesar Rp6,36 triliun.

Emiten sawit lainnya seperti PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) kapitalisasi pasar sebesar Rp1,51 triliun, ditutup naik 6,52 persen atau 45 poin dan kenaikan membawanya parkir di level 735.

Presiden Joko Widodo mengumumkan mencabut larangan ekspor CPO dan minyak goreng per 23 Mei 2022 dan ebijakan itu mempertimbangkan 17 juta orang tenaga kerja bergerak di bidang industri sawit, baik petani, pekerja, maupun tenaga pendukung lainnya.

Walaupun ekspor dibuka tentu pemerintah akan mengawasi juga memantau ketat supaya pasokan terpenuhi dan terjangkau.
Jokowi juga memastikan pemerintah membenahi prosedur pengucuran dana subsidi minyak goreng dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) BPDPKS. Pemerintah akan menyederhanakan prosedur supaya adaptif juga solutif menghadapi dinamika pasokan dan harga minyak dalam negeri.

Jokowi mengatakan sehingga masyarakat bisa dilindungi juga dipenuhi kebutuhannya. Di sisi lain juga perkara dugaan pelanggaran serta penyelewengan distribusi minyak goreng, Jokowi juga menyebut telah memerintahkan aparat hukum guna melakukan penyelidikan dan memproses pelakunya. Jokowi jug tidak (mau) ada yang main-main yang efeknya akan merugikan rakyat.