freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PENGIRIMAN DARAT

RZD Logistics Tingkatkan Perdagangan Rusia Dengan Jalur Kereta Api

7 November 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via freepik

Anak perusahaan perkeretaapian Rusia RZD Logistics, telah memulai layanan kereta kontainer reguler dari Moskow ke Iran untuk melayani perdagangan dengan India melalui transloading.

Anak perusahaan perkeretaapian Rusia RZD Logistics, telah memulai layanan kereta kontainer reguler dari Moskow ke Iran untuk melayani perdagangan dengan India melalui transloading. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan alternatif International North South Transport Corridor (INSTC), jaringan angkutan multimoda lintas batas Asia Tengah yang membantu kedua mitra strategis mengatasi tantangan rantai pasokan yang disebabkan oleh sanksi barat terhadap Rusia.

Dengan satu kali perjalanan dalam sebulan, RZD menghubungkan Chekhov, dekat Moskow, melalui Kazakhstan dan Turkmenistan, ke pelabuhan tersibuk Iran Bandar Abbas. Untuk kemudian peti kemas dimuat ke kapal ke Nhava Sheva (JNPT), pintu gerbang utama di pantai barat India.

Menurut sumber RZD, saat ini pengiriman laut melibatkan perkiraan waktu transit 35 hari, dibandingkan dengan pengiriman tradisional yang mengambil waktu transit hingga 40 hari.

“Dalam perjalanan pulang, kereta akan diisi dengan produk untuk pasar Rusia,” kata RZD.

Layanan ini mengikuti perjalanan kereta percontohan sejak awal Juli, ketika pemangku kepentingan perdagangan India-Rusia menyusun logistik dan upaya pelonggaran transaksi lainnya untuk menghidupkan kembali arus barang. Selain Reserve Bank of India yang menerapkan pedoman peraturan baru untuk membantu eksportir menyelesaikan pengiriman dalam rupee, alih-alih dolar AS tradisional yang mengalami hambatan terkait sanksi, otoritas pabean di Nhava Sheva baru-baru ini menguji coba pergerakan truk ke Iran dengan kargo tujuan Rusia.

Hal ini dilakukan bawah inisiatif TIR (Transports Internationaux Routiers) yang membuat pengangkutan barang melintasi berbagai perbatasan menjadi mulus.Sementara beberapa kekhawatiran tetap ada, beberapa lembaga perbankan dilaporkan telah setuju untuk menyelaraskan dengan sistem faktur rupee.

“Kami sekarang mengharapkan pemberitahuan pemerintah yang memungkinkan eksportir untuk mengklaim insentif/rabat bea untuk pesanan dalam mata uang rupee, karena umumnya tersedia untuk transaksi dolar,” perwakilan kelompok pengekspor di Mumbai mengatakan kepada The Loadstar.

"Kami percaya persetujuan yang diperlukan sedang dalam tahap akhir,” tambahnya.

Federasi Organisasi Ekspor India (FIEO) juga telah menekan para pemimpin pemerintah untuk memperluas metode mata uang alternatif di luar pasar Rusia.

“Sementara perang Rusia-Ukraina merupakan kemunduran bagi ekspor kami dalam jangka pendek, kami ingin meningkatkan ekspor kami ke Rusia setelah mekanisme pembayaran rupee dioperasionalkan,” kata FIEO.

Menurut data yang tersedia, perdagangan bilateral antara India dan Rusia mencapai titik tertinggi baru, dengan nilai sekitar US$18,2 miliar, dari April hingga Agustus, dibandingkan sekitar US$13,1 miliar yang dilaporkan untuk keseluruhan tahun fiskal 2021-22.

Dengan lonjakan tajam itu, Rusia menjadi mitra dagang terbesar ketujuh India. Sementara itu, Republik Islam Iran Shipping Lines (IRISL) telah menjadi pemain utama di antara operator laut regional yang mengerahkan kapasitas ke koridor perdagangan yang bangkit kembali.