freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PENGIRIMAN DARAT

PUPR Targetkan Buat Jaringan Dengan Jarak Tempuh 1,9 Jam per 100 Kilometer Demi Tekan Biaya Logistik

2 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Jalanan luas

Concreate Road © John Lockwood via Unsplash

Salah satu rencana teranyar yang dimiliki oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah membuat jaringan jalan yang nantinya mampu ditempuh dengan 1,9 jam per 100 kilometer pada tahun 2021 nanti.

“Kita ingin waktu tempuh kurang dari 1,5 jam per 100 Km artinya rata-rata kecepatannya paling tidak 60 Km per jam. Malaysia itu sudah di bawah 1,5 jam per 100 Km kita masih di atas 2,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Salah satu alasan yang mendasari direncanakannya hal ini adalah, karena waktu tempuh adalah salah satu hal yang juga menjadi indikator untuk bisa dengan cepat mengukur seberapa kompetitif jaringan sebuah jalan pada suatu negara.

Jadi, bisa dikatakan bahwa suatu negara akan semakin kompetitif apabila waktu tempuh yang dimiliki dalam jaringan jalannya semakin cepat.

“Waktu tempuh kita sekarang posisinya di sekitar 2,1 sampai 2,2 jam per 100 Km. Makin lama waktu tempuh, artinya biaya logistik makin mahal,” kata Hedy.

Karena masalah tersebut, tidak heran jika sampai saat ini biaya logistik yang harus dikeluarkan oleh Indonesia terbilang masih cukup tinggi, yang mana sebesar 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini pada akhirnya juga membuat daya saing produk Indonesia jadi berkurang.

Untuk bisa mengatasi masalah tersebut, pemerintah membuat rencana untuk membangun jalan tol, sehingga memungkinkan daya saing jaringan transportasi di Indonesia yang 90% adalah disokong oleh jalan raya, nantinya bisa ada peningkatan.

Sebagai informasi, kecepatan yang dimiliki oleh pemerintah untuk membangun jalan tol adalah 500 kilometer tiap tahunnya, itu pun harus memakan anggaran yang sangat besar.

"Padahal dalam masterplan, target panjang jalan tol kita sekitar 18 ribu km. Jadi ini masih jalan panjang, ini tantangan kita," ucapnya.

Selain masalah lain yang harus pemerintah hadapi adalah, akses pada pembiayaan yang mudah, murah, serta tepat.

Bagikan artikel ini: