freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

INFO INDUSTRI

RI Lakukan Ekspor Rajungan Sebesar 40 Ton ke Pasar Amerika

2 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor perikanan

Beautiful sunrise and fishing dip © tawatchai07 vi...

• Daging rajungan seberat 40 ton asal Sidoarjo, Jawa Timur kini telah berhasil di ekspor ke pasar Amerika Utara.

• Komoditas utama sektor perikanan adalah udang sebesar 40 persen, rajungan-kepiting 11 persen, tuna-cakalang-tongkol sebesar 13 persen, cumi-sotong-gurita 10 persen, dan rumput laut 6 persen.

Daging rajungan seberat 40 ton asal Sidoarjo, Jawa Timur kini telah berhasil di ekspor ke pasar Amerika Utara.

Perlu diketahui bahwa saat ini salah satu komponen utama komoditi ekspor perikanan Indonesia adalah rajungan-kepiting. Karena itu, tidak heran jika saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang fokus membuat program terobosan untuk komoditi tersebut, dalam rangka melakukan peningkatan ekspor berbasis budidaya.

“Kita bisa saksikan sama-sama salah satu komoditas unggulan kita semakin diterima di pasar Amerika Utara. Kali ini kita kirim 40 ton rajungan," Kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti di kawasan industri dan perdagangan Safe and Lock, Sidoarjo, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2020 lalu ada permintaan ekspor kepiting dari dunia yang totalnya mencapai USD 5,4 miliar. Sedangkan kemampuan Indonesia untuk melakukan ekspor di komoditi ini adalah hanya 6,8 persen saja, atau hanya senilai USD 367,5 juta.

Dalam 5 tahun ke belakang, permintaan rajungan-kepiting memang mengalami kenaikan sebanyak 5 persen setiap tahunnya. Dengan demikian menunjukkan bahwa potensi pasar rajungan saat ini masih terbuka lebar dan juga bisa terus dikembangkan.

Sedangkan pada periode Januari – Oktober 2021, diketahui nilai ekspor perikanan Indonesia berhasil mencapai USD 4,56 miliar. Dengan data tersebut maka itu artinya komoditi tersebut mengalami kenaikan sebanyak 6,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Komoditas utama sektor perikanan adalah udang sebesar 40 persen, rajungan-kepiting 11 persen, tuna-cakalang-tongkol sebesar 13 persen, cumi-sotong-gurita 10 persen, dan rumput laut 6 persen.

"Ini menunjukkan bahwa bahwa pasar rajungan-kepiting global masih terbuka dan tumbuh positif," tambahnya.

Beberapa negara yang menjadi pasar utama untuk ekspor sektor perikanan rajungan-kepiting Indonesia pada tahun 2020 adalah, Amerika, Jepang, Tiongkok, Kanada, dan Korea Selatan. Yang mana masing-masing market sharenya adalah, 11,9 persen, 5 persen, 4,7 persen, dan 1 persen.

Karena itu, kini Artati menyampaikan apresiasinya secara langsung para eksportir rajungan Aruna Crab ke pasar Kanada dan menjadi salah satu importir rajungan utama di dunia.