freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Pengoperasian Pelabuhan Patimban Disambut Baik oleh Jasa Armada Indonesia (IPCM)

3 Januari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan patimban

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM). Foto: Persero...

• Setelah Pelabuhan Patimban resmi dioperasikan, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menunjukan sambutan dan antusiasnya.

**• “Kami optimis dengan telah beroperasinya Pelabuhan Patimban sebagaimana ditandai dengan kegiatan ekspor perdana produk otomotif, akan lebih berkontribusi positif bagi perusahaan," **

Setelah Pelabuhan Patimban resmi dioperasikan, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menunjukan sambutan dan antusiasnya. Terlebih, Pelabuhan Patimban yang terletak di Subang, Jawa Barat tersebut digadang-gadang menjadi business coverage, dan hal tersebut tentunya juga amat diharapkan oleh IPCM.

Shanti Puruhita selaku Managing Director of Commercial & Business Development IPCM, mengatakan bahwa pihak pemerintah memang menyiapkan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan internasional, karena itu pelabuhan ini memiliki infrastruktur dan suprastruktur yang sangat lengkap agar nantinya juga bisa berperan strategis meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat, dan nasional.

Setelah Pelabuhan Patimban melakukan sinergi dengan Pelabuhan Tanjung Priok, IPCM melihat adanya potensi besar yang dimiliki oleh pelabuhan tersebut untuk menjadi pilihan pengguna jasa dari sisi efisiensi waktu dan kelancaran arus barang. Sedangkan sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) penerima pelimpah pelayanan pemandu dan penundaan di Pelabuhan Patimban, IPCM kini mulai aktif sejak November 2020 lalu.

"Sejauh ini kegiatan-kegiatan kami terus bertumbuh seiring penyelesaian seluruh fase dari pembangunan Pelabuhan Patimban. Dengan mulai dioperasikannya Terminal Kendaraan, kami tentu menyambutnya dengan sangat optimis dan untuk itu kami akan terus meningkatkan level of service," kata Shanti, Rabu (22/12).

Adapun business coverage IPCM di Pelabuhan Patimban saat ini meliputi layanan pemanduan dan penundaan kapal.

Meskipun demikian, namun Shanti juga mengatakan bahwa ke depan tidak menutup kemungkinan IPCM akan melakukan pengembangan bisnis non-organiknya, sebagaimana izin yang telah dimiliki sebagai Badan Usaha Pelabuhan. IPCM juga berharap pengembangan Pelabuhan Patimban fase selanjutnya akan bisa segera selesai, sehingga ke depan akan bisa dilakukan full operation.

"Kami optimis dengan telah beroperasinya Pelabuhan Patimban sebagaimana ditandai dengan kegiatan ekspor perdana produk otomotif, akan lebih berkontribusi positif bagi perusahaan," tandas Shanti.