freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Kegiatan Ekspor di Pelabuhan Patimban Ditargetkan Akan Berlangsung Pada Desember

23 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor barang pelabuhan

Cargo Ship Docked at the Pier © Griffin Wooldridge...

Pelabuhan Patimban ke depan akan menjadi cikal bakal dari kawasan industri dan perkotaan baru di Jawa Barat bernama Rebana (Cirebon, Subang, Patimban, dan Kertajati) Metropolitan.
• ** Pelabuhan Patimban akan mampu menciptakan sekitar 4,3 juta peluang pekerja pada tahun 2030 mendatang, dan hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.**

Pemerintah sudah membuat target bahwa untuk kegiatan ekspor di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, akan mereka lakukan pada Desember 2021 ini. Dari yang dikatakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, diketahui bahwa upaya untuk melakukan peralihan operator pada pelabuhan yang bekerjasama dengan Jepang tersebut akan mulai dilaksanakan pada 16 Desember 2021.

“Setelah serah terima dilakukan, diharapkan pada 17 Desember 2021 sudah dimulai kegiatan ekspor di pelabuhan ini,” kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (18/11) malam.

Sebelumnya, sebagaimana diketahui bahwa Pelabuhan Patimban memang diurus oleh Kementerian Perhubungan, namun pengurusan tersebut hanyalah sementara. Kini Pelabuhan Patimban, pengelolaannya diserahkan pada PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) dan Toyota Tsuho Corparation.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan bahwa Pelabuhan Patimban ke depan akan menjadi cikal bakal dari kawasan industri dan perkotaan baru di Jawa Barat bernama Rebana (Cirebon, Subang, Patimban, dan Kertajati) Metropolitan.

Kawasan rebana metropolitan terdiri dari enam kabupaten dan satu kota Cirebon dengan jantung pertumbuhannya, akan ada di kawasan Pelabuhan Patimban, dan juga Bandara Kertajati.

"Kawasan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Jawa Barat," tutur Luhut.

Tidak hanya itu, Pelabuhan Patimban juga akan memangkas waktu tempuh distribusi dari kawasan industri ke pelabuhan. Dari analisa yang disampaikan oleh Luhut, Pelabuhan Patimban akan mampu menciptakan sekitar 4,3 juta peluang pekerja pada tahun 2030 mendatang, dan hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita juga berharap, kepadatan di Jakarta akan berkurang karena ada kawasan industri di sekitar Pelabuhan Patimban. Sehingga, tidak perlu ke Priok, tetapi bisa langsung ke Pelabuhan Patimban,” ungkap Luhut.

Diketahui bahwa kegiatan bongkar muat yang dilakukan di Pelabuhan Patimban dari Januari hingga November 2021, sudah mencapai 12.335 unit kendaraan. Kegiatan tersebut diangkut oleh sebanyak 5 kapal dengan rute Patimban – Belawan – Makassar. Sembilan kapal yang melakukan pengangkutan tersebut adalah Serasi V, Ferindo 5, MV Ostina, Kalimantan Leader, Serasi 1, Harmoni mas 3, MV Sulawesi Leaswe, dan KM Panorama Nusantara.