freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Pengelolaan Pelabuhan Patimban Resmi Diserahkan Pada Pihak Swasta Selama 40 Tahun

23 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan patimban

via ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

*• Pengelolaan Pelabuhan Patimban kini resmi diberikan pada PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) dengan kurun waktu 40 tahun lamanya.

• Biaya logistik di Indonesia saat ini masih terbilang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dll.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kini telah resmi melakukan serah terima pengelolaan aset Pelabuhan Patimban pada PT Pelabuhan Patimban Internasioal (PPI).

Acara proses serah terima pengelolaan pelabuhan tersebut ditandai dengan acara Penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Barang Milik Negara Melalui Kerja Sama Infrastruktur (KSPI) Proyek KPBU Pelabuhan Patimban yang dilaksanakan di Kantor Pusat Perhubungan, Jakarta, pada hari Kamis (16/12/21).

"Pelabuhan Patimban internasional ini adalah suatu perjalanan panjang. Alhamdulillah sekarang kita memasuki era baru dari suatu pelabuhan di mana Patimban sebagai salah satu pelabuhan utama yang dikelola oleh swasta atau badan usaha lain selain BUMN. Harapannya, tentunya hal ini akan mampu meningkatkan efisiensi logistik di masa mendatang," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha dalam keterangannya.

Arif juga menyampaikan bahwa serah terima aset ini adalah wujud tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) Pelabuhan Patimban antara Kementerian Perhubungan sebagai penanggungjawab proyek dengan PT Pelabuhan Patimban Internasional sebagai Badan Usaha Pelaksana yang telah ditandatangani di bulan Maret 2021 lalu,

"Pada hari ini akan menjadi tanggal bersejarah bagi kita karena Pengelolaan Pelabuhan Patimban melalui skema KPBU telah resmi dilakukan oleh PT Pelabuhan Patimban Internasional sebagai Badan Usaha Pelabuhan yang telah memiliki izin usaha dalam pengelolaan Pelabuhan Patimban," ujarnya.

Arif juga melanjutkan bahwa biaya logistik di Indonesia saat ini masih terbilang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dll. Hal ini membuat keberadaan Pelabuhan Patimban diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan logistik nasional.

"Mudah-mudahan dengan adanya suatu lingkungan tatanan baru pelabuhan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari logistik nasional dan daya saing ekonomi nasional khususnya di koridor utara Jawa sehingga dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat," ungkap Arif.