freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Pelayaran dan Pelabuhan di Tahun 2022 Akan Terancam Jika Sampai Ada Gelombang ke 3

21 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan pelayaran

Lifting cranes loading ship with cargo containers ...

• Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) optimis bahwa sektor pelabuhan dan pelayaran akan bisa kembali bergerak positif mulai kuartal II/2022 nanti.

• Sebagaimana diketahui bahwa sepanjang tahun 2021 ini salah satu persoalan yang timbul adalah ketersediaan kontainer yang langka, kini kabarnya ada permasalahan baru, yakni ketiadaan kapal.

Apabila memang tidak ada gelombang ketiga pandemi Covid-19 pada kuartal I/2022, maka Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) optimis bahwa sektor pelabuhan dan pelayaran akan bisa kembali bergerak positif mulai kuartal II/2022 nanti.

Aulia Febrial Fatwa selaku Ketua Umum ABUPI, mengatakan bahwa kondisi sektor pelabuhan pada tahun depan masih bisa dikatakan cukup tidak pasti. Hal ini juga merupakan lanjutan dari periode 2020-2021, akibat adanya perkembangan kasus Covid-19. Akan tetapi, para pelaku usaha harus tetap bisa menggerakan ekonomi agar pada tahun depan sektor pelabuhan bisa mengalami pertumbuhan yang positif.

Ia memperkirakan bahwa pada awal tahun 2022 kondisi pemulihan masih belum akan terjadi, namun kemungkinan pemulihan tersebut akan bisa terlihat pada kuartal III/2022 dan kuartal IV/2022. Namun hal tersebut bisa terjadi apabila tidak ada kasus Covid-19 yang berlanjut ke kuartal I/2022.

“Kalau terjadi gelombang ketiga pada kuartal I/2022 sudah selesai. Apa yang diharapkan pada kuartal III/2022 dan IV/2022 bisnis kargo pelabuhan bisa tumbuh dan akselerasi dengan cepat mungkin delay lagi,” ujarnya, Selasa (14/12/2021).

Sebelumnya diketahui ABUPI memproyeksi bahwa sampai akhir tahun ini pengiriman kargo curah nantinya akan mengalami kenaikan drastis, bahkan melampaui kinerja peti kemas dengan kinerja ciamik dari ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan baru bara.

Sebagaimana diketahui bahwa sepanjang tahun 2021 ini salah satu persoalan yang timbul adalah ketersediaan kontainer yang langka, kini kabarnya ada permasalahan baru, yakni ketiadaan kapal. Kini banyak kapal yang mengantre di sejumlah pelabuhan besar seperti yang terlihat di Amerika Serikat (AS) dan China, dan belum kembali untuk mengangkut barang.

“Sampai akhir tahun ini, justru akan ada peningkatan untuk ekspor kargo curah. Sampai Desember dan akan bergerak terus karena pengiriman batu bara, CPO, kemudian ekspor mineral masih tinggi ini bagus. Sehingga pada saat ekspor dengan peti kemas mengalami hambatan, impor kita mengalami shortage. Tapi di sisi lain ekspor curah meningkat,” ujarnya.