freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PENGIRIMAN LAUT

Biaya Pelayaran Domestik Naik Hingga 15-20%

11 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelayaran kontainer

Container Shipping © Dimitry Anikin via Unsplash

Masalah penyesuaian biaya pengangkutan kontainer domestik, diperkirakan masih akan terus berlanjut sampai tahun 2022 nanti. Sebenarnya, menurut Saut Gurning selaku pengamat kemaritiman dari ITS, kenaikan biaya freight yang terjadi saat ini masih terbilang dalam batas wajar. Akan tetapi, sebagai langkah antisipasi pemerintah diharapkan akan mendorong kinerja ekspor dan impor.

Dalam kesempatan yang sama, Saut menyampaikan bahwa saat ini memang terjadi kenaikan biaya pelayaran domestik sebesar 15-20 %

"Meskipun ada kenaikan, namun menurut kami masih wajar. Tapi, tetap permu dilakukan antisipasi," ujar Saut.

Saut menjelaskan bahwa adanya kenaikan biaya pelayaran didasari oleh beberapa hal. Beberapa diantaranya adalah, naiknya harga BBM, serta biaya operasional antar pelabuhan yang diketahui juga cenderung mengalami kenaikan.

Saut menilai bahwa sebenarnya, yang saat ini perlu mendapatkan evaluasi bukan hanya industri pelayaran saja. Karena nyatanya, biaya pelayaran kini hanya sebesar 20 persen saja dari total keseluruhan biaya logistik. Justru bisa dikatakan bahwa yang saat ini memakan biaya besar adalah ada di jalur darat. Karena alasan tersebut, Saut ingin agar pemerintah bisa lebih ketat dalam mengawasi pengiriman barang sebelum masuk ke pelabuhan.

”Perusahaan-perusahaan yang seenaknya menaikkan tarif angkutan barang di darat perlu ditegur. Jangan biarkan pungli terjadi. Biaya pengiriman barang harus tetap terkendali,” tuturnya.

Lebih lanjut, Saut membeberkan bahwa hal lain yang juga menjadi pengaruh dalam naiknya biaya pelayaran adalah kurangnya ruang muat kapal yang disebabkan oleh banyak hal. Salah satu penyebabnya adalah aktivitas impor yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ekspor. Karena itu, Saut menilai bahwa saat ini pemerintah perlu melakukan upaya yang lebih besar agar mendorong terjadinya pengiriman barang ke luar negeri/kegiatan ekspor.

”Jika pengiriman sendiri-sendiri sulit dilakukan, pemerintah harus membantu dalam konsolidasi sehingga barang bisa dikirim dan sampai di luar negeri,” jelas Saut.

Tidak berhenti sampai situ, Saut juga berharap agar ke depan, pemerintah mau mendorong para operator untuk menambah kapal yang memberikan pelayaran antar negara.