freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Pelabuhan Ro-Ro Jagoh Ditargetkan Dishub Lingga Akan Siap Beroperasi Pada Awa Tahun Depan

27 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan Ro-Ro

© via linggakab.go.id

• Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, mematok target Pelabuhan Ro-Ro di Jagoh akan bisa mulai beroperasi pada Januari 2022 nanti.

• Saat ini progres rehabilitasi dermaga Ro-Ro Jagoh secara terstruktur telah mencapai sebesar 90 persen.

Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, mematok target Pelabuhan Ro-Ro di Jagoh akan bisa mulai beroperasi pada Januari 2022 nanti.

Hal di atas sebagaimana yang telah disampaikan secara langsung oleh Selamat, selaku Kepala Dishub Lingga, pada Minggu (19/12/21). Lebih lanjut, Selamat juga menyebutkan bahwa saat ini progres rehabilitasi dermaga Ro-Ro Jagoh secara terstruktur telah mencapai sebesar 90 persen.

“Struktur sudah 90 persen, Alhamdulillah. Kita target Januari 2022 sudah dapat digunakan kembali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini memang masih ada beberapa tahap yang sedang coba diselesaikan oleh pihak ketiga (kontraktor), untuk menuju 100 persen. Salah satunya adalah hidrolik yang akan dipasang dalam waktu dekat.

Ia juga menyampaikan memang tidak bisa dipungkiri telah terjadi keterlambatan pada proses rehabilitasi pelabuhan Ro-Ro. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya gangguan pada teknis pengerjaan, karena beberapa barang dan bahan memang harus didatangkan dari luar Kepulauan Riau.

“Di Kepri bahan dan barang itu tidak ada, misalnya hidrolik ini. Jadi harus didatangkan dari luar Kepri seperti dari Jakarta atau dari Surabaya,” paparnya.

Ia mengatakan, dari laporan yang ada memang terdapat bahan dan barang yang dipesan dari luar Kepri untuk Lingga yang didahulukan dari darah lain dengan waktu pengerjaan proyek yang sama. Ia mengatakan bahwa pihaknya merasa bersyukur karena barang tersebut bisa digunakan secepat mungkin.

"Jadi laporannya memang barang dan bahan ini tempat yang biasa menyediakan proyek-proyek Kementerian Perhubungan karena ini menggunakan dana DAK dari pemerintah pusat. Pihak ketiga yang mengerjakan juga yang biasa garap proyek seperti ini," bebernya.

Selamat menambahkan, bahwa meskipun nantinya pengerjaan sudah diselesaikan, namun masih akan ada tahapan ujicoba, dan audit, yang mana ini untuk memastikan pelabuhan yang direhab telah memenuhi kelayakan sesuai ketentuan spesifikasi.

"Pihak ketiga sudah komitmen untuk mengerjakan ini sebaik-baiknya. Kita juga ingin pelabuhan ini selesai tidak mengecewakan dan hasilnya terbaik, karena juga untuk masyarakat Lingga," tambahnya.