freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Begini Tampilan Pelabuhan Logistik Labuan Bajo Pada Tahun 2034

30 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan modern

Blue and Yellow Metal Cranes on Sea Under Blue Sky...

• Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan terus dikembangkan sampai tahun 2034 mendatang.

• Pelabuhan logistik ini ke depan akan terus dikembangkan, setidaknya sampai tahun 2034 nanti adalah meliputi dermaga multipurpose (70 x 20 m2), pembangunan penimbunan barang curah cair berupa tanki timbun.

Sejak tanggal 14 Oktober 2021 lalu, Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah resmi beroperasi, setelah diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Rencananya pelabuhan tersebut masih akan terus dikembangkan sampai tahun 2034 mendatang.

Pengembangan jangka pendek hingga lima tahun ke depan (2024), pengembangannya akan meliputi dermaga multipurpose (120 m x 120 m), causeway (690 m x 20 m), trestle (60 m x 60 m), dan reklamasi area terminal 3 hektare.

Lebih lanjut, akan dilakukan pematangan dan perkerasan lahan yang luasnya 3,7 hektare, fasilitas penunjang, lahan penumpukan multipurpose 1.799m2, pengadaan peralatan reach stacker forklatif, serta pemadam kebakaran.

"Terkait dengan rencana induk juga telah dilakukan tahapan pengembangan nanti untuk jangka pendek 5 tahun ke depan. Jangka menengah dan juga jangka panjang," kata Kasubdit Tatanan dan Perencanaan Pengembangan Pelabuhan Kemenhub Aries Wibowo dalam diskusi dengan wartawan di kawasan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, NTT, Selasa (23/11/2021).

Lalu, untuk jangka menengah yang sampai tahun 2029 nanti, terminal multipurpose wae kelambu akan dilakukan pengembangan berupa dermaga multipurpose (30m x 20m), pembangunan tanki curah cair kapasitas 250 kilometer sebanyak 6 unit, pengembangan lahan darat 3,90 hektare, fasilitas penunjang, dan penambahan peralatan (reach stacker, forlit).

"Terkait dengan rencana induk juga telah dilakukan tahapan pengembangan nanti untuk jangka pendek 5 tahun ke depan. Jangka menengah dan juga jangka panjang," kata Kasubdit Tatanan dan Perencanaan Pengembangan Pelabuhan Kemenhub Aries Wibowo dalam diskusi dengan wartawan di kawasan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, NTT, Selasa (23/11/2021).

"Rencana di jangka pendek menyesuaikan dengan kapal eksisting yang pernah sandar yaitu 6.652 DWT (deadweight tonnage/tonase bobot mati). Namun nanti di jangka menengah akan ditingkatkan pelayanannya untuk bisa melayani 10 ribu DWT dan di jangka panjang nanti akan bisa melayani sampai 25 ribu DWT," jelasnya.

Pelabuhan logistik ini ke depan akan terus dikembangkan, setidaknya sampai tahun 2034 nanti adalah meliputi dermaga multipurpose (70 x 20 m2), pembangunan penimbunan barang curah cair berupa tanki timbun, breasting dolpin dan mooring dolpin sepanjang 120 meter, serta beberapa fasilitas penunjang lain.