freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Pelabuhan Perikanan di Aceh Singkil Segera Berfungsi

3 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan perikanan

High angle shot of beautiful boats parked © wirest...

• Pemkab Aceh Singkil telah melakukan pengerukan menggunakan panton dan alat berat lainnya agar bisa menyelesaikan masalah pendangkalan pelabuhan.

• Saiful juga menyampaikan bahwa fungsi dari PPI Anak Laut adalah untuk bisa menjadi satu daya dorong yang mampu meningkatkan sektor perikanan tangkapan Aceh Singkil.

Pemkab Aceh Singkil telah melakukan pengerukan menggunakan panton dan alat berat lainnya agar bisa menyelesaikan masalah pendangkalan pelabuhan. Dengan upaya ini, maka hambatan transportasi laut bisa diperbaiki.

Dengan dilakukannya pengerukan, maka lalu lintas pelayaran kapal nelayan yang sebelumnya sering mengalami masalah, maka ke depan akan bisa lancar.

Tidak hanya itu, bahkan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) anak laut yang kini sedang di bangun oleh pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk bisa menggerakan roda ekonomi dengan lebih lancar maka akan bisa berfungsi dengan baik. Karena sebagaimana diketahui bahwa sebelum ini tidak dapat berfungsi karena kapal-kapal tidak bisa bersandar dengan keadaan perairan dangkal.

"Dengan dikeruknya alur pelayaran pelabuhan perikanan Anak Laut maka PPI Anak Laut akan segera berfungsi dan operasional," kata Kepala Dinas Perikanan Aceh Singkil, Saiful Umar, Minggu (28/11/2021).

Saiful juga menyampaikan bahwa fungsi dari PPI Anak Laut adalah untuk bisa menjadi satu daya dorong yang mampu meningkatkan sektor perikanan tangkapan Aceh Singkil.

"Sektor perikanan tangkap semakin meningkat dan terciptanya multiplier effect sektor ekonomi masyarakat," tukasnya.

Dikatakan pula bahwa sebelum ini ada begitu banyak nelayan yang mengalami hambatan ketika menuju laut, kini jadi sangat terbantu. Karena, dalamnya alur pelayaran sudah tidak lagi hanya bergantung pada kondisi air yang pasang.

Banyak yang mengatakan bahwa anak laut adalah salah satu anugrah yang dimiliki oleh Aceh Singkil, karena keberadaan tempat ini bisa dimanfaatkan untuk bersandarnya kapal-kapal, dan menjadi lokasi paling aman dari berbagai masalah cuaca.

Berbeda dengan Aceh Singkil yang sudah memiliki anak laut, di tempat-tempat lain untuk membuat sebuah tepat sandaran kapal, maka diperlukan dana yang jumlahnya bahkan mencapai miliaran rupiah. Hanya saja, sebelumnya anak laut ini tidak bisa digunakan secara maksimal karena adanya pendangkalan.