freightsight
Kamis, 23 Mei 2024

TEKNOLOGI

Pandemi Dorong UMKM Manfaatkan Transaksi Ekonomi Digital

7 Februari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

transasksi online

Box market electronic ordering shop @ ijeab via Fr...

• Deputi Gubernur BI Doni P Joewono menuturkan, pandemi Covid-19 secara tidak langsung mendorong penggunaan teknologi digital untuk transaksi ekonomi.

• Doni menambahkan, inklusi keuangan memegang peranan penting dalam mempromosikan program UMKM melalui digitalisasi.

Kemudian mampu mencegah UMKM rentan menjadi lebih stabil dan potensial berkat layanan keuangan digital berkelanjutan.
Bank Indonesia (BI) mengatakan pandemi Covid-19 memicu tingginya penggunaan teknologi digital di sektor keuangan, termasuk dalam hal transaksi ekonomi. Lebih jauh lagi, ini membantu perkembangan masyarakat khususnya pelaku UMKM dalam memanfaatkan digitalisasi keuangan.

Fenomena ini melahirkan pemahaman baru di masyarakat yang turut terkena imbas akibat pandemi. Terutama dari segi pola pembayaran yang terjadi selama Covid-19 2 tahun ke belakang. Menurut survei yang dilakukan Bank Indonesia sepanjang 2021, terlihat pergeseran pola pembayaran di masyarakat. Sebagian besar masyarakat menerapkan metode pembayaran teknologi digital.

Deputi Gubernur BI Doni P Joewono menuturkan, pandemi Covid-19 secara tidak langsung mendorong penggunaan teknologi digital untuk transaksi ekonomi. Ini juga mempengaruhi kemajuan digitalisasi produk keuangan, layanan keuangan, serta aktivitas bisnis berbasis online.

Deputi BI ini menambah menambahkan, pola pergeseran tersebut membantu UMKM melindungi pendapatan dan kinerja bisnis mereka.

"Ini membantu UMKM melindungi pendapatan dan kinerja pekerjaan mereka," katanya dalam seminar internasional terkait inklusi finansial digital, Rabu (2/2/2022).

Ia mengatakan, seiring perkembangan kasus Delta pada pertengahan 2021 lalu, hal ini memicu pembayaran cashless yang lebih besar, seperti uang elektronik dan kartu debit. Lebihan banyak peralihan individu yang meninggalkan transaksi fisik uang tunai dengan menggunakan transaksi digital.

"Di bidang pembayaran non tunai yang disebut QRIS merchant penggunanya terpantau meningkat hingga mencapai 13,6 juta per Desember 2021. Transaksi QRIS terus tumbuh sepanjang Desember 2021 dengan nominal transaksi yang tercatat mencapai Rp 27,7 triliun atau meningkat 237 persen secara year on year," paparnya.

Doni menambahkan, inklusi keuangan memegang peranan penting dalam mempromosikan program UMKM melalui digitalisasi. Kemudian mampu mencegah UMKM rentan menjadi lebih stabil dan potensial berkat layanan keuangan digital berkelanjutan.

"Para pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas mereka dan mampu lebih kokoh menghadapi goncangan ekonomi akibat pandemi," jelasnya.

Sebagai informasi, transaksi ekonomi yang memanfaatkan teknologi digital telah dirasakan semua lapisan masyarakat. Baik individu hingga kelompok masyarakat tertentu mengalami pembaruan insight terkait cara penggunaan manajemen keuangan berbasis digital.