freightsight
Senin, 23 Mei 2022

INFO INDUSTRI

Nilai Ekspor Timah Babel Melesat Hingga 82 Persen, Terbesar Diserap China

11 Mei 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor Timah Indonesia

Ekspor Timah via akira.my.id

Ekspor Provinsi Bangka Belitung pada Maret 2022 melambung hingga 314,37 juta dolar AS.

China telah berhasil menyerap hingga 33,53 persen (202,89 juta dolar AS).

Nilai ekspor dari Provinsi Bangka Belitung pada Maret 2022 melambung hingga 314,37 juta dolar AS yang naik 79,11 persen jika dibandingkan nilai ekspor Maret 2021 yang nilai ekspor timah naik 95,36 persen juga non timah naik 0,19 persen (yoy).

Reflin Ardha selaku Plt Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung mengatakan dalam keterangan tertulisnya pada Senin (9/5/2022) bahwa dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m) nilai ekspor naik 66,23 persen dan ekspor timah naik 82,84 persen dan ekspor non timah menurun 3,58 persen.

Pada bulan Januari-Maret 2022, Tiongkok (China) juga telah menyerap 33,53 persen (202,89 juta dolar AS) dari hasil ekspor timah dan Malaysia berhasil menyerap hingga 22,77 persen (17,28 juta dolar AS) ekspor non timah.

Singapura juga berada pada urutan kedua dari tujuan ekspor timah Babel 46,67 juta dolar AS yang berhasil disusul India 33,04 juta dolar AS, Korea Selatan 26,34 juta dolar AS, dan Jepang 22,05 juta dolar AS.

Tercatat bahwa ekspor timah Indonesia pada bulan Maret 2022 berhasil melesat 10,45 persen jika dibandingkan dengan 2021 (yoy) menjadi 6.674,91 ton. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan Januari di mana ekspor mencapai 1.216,44 ton.

Nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) Januari-Maret 2022 50,58 juta dolar AS atau 66,65 persen dari jumlah ekspor non timah di Provinsi Bangka Belitung.

Asosiasi Timah Internasional (ITA) juga telah melaporkan bahwa jika tingginya harga konsentrat timah olahan dari China pada Maret 2022 mendorong impor ke negara konsumen utama timah dunia itu.

Data ITA juga menyatakan China mengimpor 28.986 ton konsentrat timah pada Maret 2022 yang berasal dari Myanmar juga Kongo diperkirakan mengandung 11.000 ton timah atau naik 85 persen mtm, sedangkan Indonesia sumber utama impor timah olahan ke China sebesar 1.831 metrik ton.