freightsight
Kamis, 23 Mei 2024

TEKNOLOGI

Moeldoko Nilai Indonesia Butuh Suntikan Investasi Untuk Sektor Baterai dan Motor Listrik

3 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Motor listrik

Man hand turning ignition key© azerbaijan_stock vi...

• Semakin hari semakin terlihat bahwa saat ini Indonesia semakin serius menghadapi era elektrifikasi kendaraan bermotor.

• Selanjutnya, ia juga menyampaikan harapannya untuk ke depan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bisa segera melakukan riset terkait masalah ini.

Semakin hari semakin terlihat bahwa saat ini Indonesia semakin serius menghadapi era elektrifikasi kendaraan bermotor. Karena itu, pemerintah mau Indonesia tidak hanya menjadi negara konsumen saja untuk kendaraan listrik, namun juga bisa bertindak sebagai produsen.

Baru-baru ini Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko menyampaikan bahwa saat ini Indonesia perlu membangun industri pendukung untuk kendaraan listrik seperti motor listrik, baterai, serta berbagai komponen lain yang mendukung industri tersebut.

Demi mewujudkan hal tersebut maka Indonesia perlu untuk mendapatkan suntikan investasi di bidang ini.

“Baterai dan motor ini kita masih impor, kalau ini bisa segera kita beresin. Kita punya bahan baku yang ada semuanya di sini," ujar Moeldoko dalam sambutannya di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021.

"Segera berikutnya teman-teman mengembangkan motor yang bisa untuk sepeda motor, mobil, dan mobil penumpang yang besar,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga dinilai harus memberikan dukungan untuk bisa mewujudkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Beberapa investasi pemerintahan yang dinilai mampu menjadi pendukung adalah, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Secara tegas, Moeldoko juga mengatakan bahwa kondisi saat ini memang mengharuskan Indonesia untuk masuk dalam era elektrifikasi kendaraan.

Karena itu, ia berharap nantinya akan ada kesempatan investasi industri kendaraan listrik di Indonesia. Jika kesempatan tersebut datang harapannya prosesnya tidak dipersulit.

"Penyiapan transisi energi menuju energi hijau merupakan keharusan. Oleh karena itu, presiden meminta untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk memperkuat pondasi menuju transisi tersebut,” ulasnya.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan harapannya untuk ke depan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bisa segera melakukan riset terkait masalah ini. Tujuannya agar ke depan, Indonesia bisa bersaing dalam industri sektor kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB)

"Sebagian besar komponen masih berasal dari impor. Jika tidak dilakukan riset dan pengembangan yang agresif terbaru, insentif yang menarik bagi pengembangan KBLBB, maka Indonesia hanya akan menjadi pasar," katanya.