freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PENGIRIMAN LAUT

Demi Ringankan Ongkos Kirim ke Daerah Terpencil, Transportasi Laut Harus Diperhatikan

26 Oktober 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kapal kecil di perairan

Sea shore boats © Nick Fewings via Unsplash

Sampai saat ini, biaya ongkos kirim untuk daerah-daerah terpencil, masih terbilang sangat mahal. Hal ini khususnya dirasakan oleh daerah-daerah yang ada di wilayah Indonesia timur. Karena itulah, ini harus menjadi indikasi khusus yang membuat Indonesia harus terus memperhatikan dan membenahi sektor transportasi untuk mendukung logistik nasional.

Salah satu hal yang memicu terjadinya fenomena tersebut, adalah karena jumlah armada untuk transportasi laut di Indonesia memang masih terbilang sangat sedikit. Hal ini, sebagaimana yang dilakukan oleh pihak Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Karena itu, pemerintah sudah seharusnya memberikan perhatian.

Salah satu tujuan pembenahan transportasi laut tersebut juga akan mendukung perbaikan rantai pasok yang baik, yang mana hal ini ditandai dengan pembentukan keseimbangan baru harga pengiriman barang.

“Transportasi laut jadi PR untuk ditingkatkan ke depan. Distribusi barang domestik memang lebih mahal,” katanya, dalam seminar online yang dilaksanakan oleh kementerian perhubungan.

Dalam kesempatan tersebut, Destry juga menyampaikan fakta bahwa pada saat ini, ongkos kirim barang dari Jakarta ke daerah Indonesia timur jauh lebih mahal, ketimbang dari Jakarta ke Tiongkok yang posisinya ada di luar negeri.
“Eksportir dari Jakarta ke Tiongkok malah biayanya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan ongkos kirim dari Jakarta ke Indonesia timur,” ujarnya.

Menurut penuturan yang diberikan oleh Faisal Basril selaku ekonom senior, dalam kesempatan yang sama juga membeberkan bahwa kini, angkutan laut di Indonesia, jumlahnya dari hari ke hari memang semakin sedikit. Padahal, berdasarkan kondisi ini, angkutan laut sangat dibutuhkan untuk mendistribusi barang khusus ke daerah-daerah terpencil.

Menurut penuturan yang disampaikan oleh Faisal, pada tahun 2010 silam, kapasitas angkutan laut di Indonesia sampai mencapai 8,96 %. Sedangkan pada tahun 2020 ini, kapasitasnya ternyata hanya sebesar 6,94 % saja dar total keseluruhan total transportasi, di semua moda.

“Manusia makin mobile, barangnya malah masih mahal diangkut lewat laut,” kata Faisal.

Bagikan artikel ini: