freightsight
Sabtu, 2 Maret 2024

PELABUHAN

MITI Ungkap Peluang Bisnis Sektor Logistik Pelabuhan di IKN

1 Desember 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

pexels.com

PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menilai pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN akan memberikan potensi yang sangat besar bagi sektor logistik pelabuhan.

Direktur MITI, Bambang Ediyanto menyatakan bahwa status sebagai Ibu Kota Nusantara adalah faktor utama yang akan memberikan titik pemusatan baru untuk arus logistik dan barang.

‘’Potensinya tentu besar. Karena statusnya sebagai ibu kota. Jika berjalan on the track maka pemusatan arus barang tidak hanya berada di pelabuhan besar yang ada saat ini seperti di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi,’’ tutur Bambang di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Bambang berpendapat bahwa perusahaan pelayaran logistik sekarang ini siap melebarkan diri ke IKN, khususnya Balikpapan. Untuk MITI sendiri juga akan melakukan berbagai persiapan yang diperlukan.

‘’Semua akan fokus di Balikpapan, kami di MITI juga demikian dimana kita akan menerapkan full logistik yang saat ini sedang disiapkan. Misalnya untuk tracking pergudangan, shipping line, kontainer dan lainnya,’’ ujar Bambang.

Ia optimis bahwa Balikpapan mempunyai potensi yang besar karena perannya sebagai ibu kota negara. Belum lagi, pengelolaan logistik memang memiliki peran yang sangat vital dalam perkembangan perekonomian suatu negara.

‘’Kita tahu pengelolaan logistik itu punya peran penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Harapannya pengelolaan logistik efisien akan menekan biaya tinggi sehingga harga jual bisa lebih bersaing,’’ ujar Bambang,

Ia menambahkan bahwa MITI sudah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh berupa berperan aktif dalam membantu memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penguatan kinerja pada penyediaan layanan perkapalan dan logistik.

Lanjut ia menilai semua layanan perkapalan dan logistik yang dimiliki MITI saat ini terus berkembang dan terintegrasi khususnya dalam mendukung persiapan Ibu Kota Nusantara.

Sementara itu, untuk bisa melihat bagaimana besarnya potensi logistik pelayaran di IKN bisa dilihat dari tingginya investasi penyewaan jasa kapal tunda di perairan IKN.

Berdasakan data yang diperoleh dari Indonesian National Shipowners Association (INSA) tercatat bahwa harga-harga komoditas alam masih terlihat stabil sejak pertengahan Oktober 2023. Di sisi lain, salah satu faktor yang menjadi pendorong meningkatnya investasi sektor ini ialah tingginya permintaan pengangkutan bahan-bahan infrastruktur yang berada di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

Terkait data ini, Ketua Umum INSA Carmelitar Hartoto mengungkapkan bahwa harga komoditas seperti Nikel dan batu bara masih terbilang tinggi hingga saat ini.

‘’Ada juga angkutan untuk IKN sudah ada, pipa serta material lain segala macam. Pokoknya yang ada hubungan dengan konstruksi, alat-alat infrastruktur, bahan-bahan bangunan itu sudah mulai banyak ke IKN,’’ ujar Carmelitar.

Sementara itu, dari sisi pemerintah sendiri sampai sekarang masih terus menjalankan pembangunan infrastruktur IKN di Kalimantan Timur. Dalam proses pembangunannya, sejumlah BUMN ikut andil dengan mengalirkan investasi di beberapa sektor.

Beberapa sektor tersebut diantaranya PT Telkom Indonesia (Persero) tbk, PT PLN (Persero), dan BUMN Karya. Sementara untuk bidang infrastruktur, sejumlah ruas tol IKN diproyeksi bisa rampung pada 2024 mendatang melalui BUMN Hutama Karya dan Brantas Abipraya.

Diketahui bahwa sebelumnya Kementerian BUMN telah resmi membentuk perusahaan patungan yang dinamai PT Karya Logistik Nusantara (KLN). Perusahaan ini terdiri dari enam BUMN Karya. Keenam perseroan tersebut yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).