freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Secara Global Catatan Kinerja Logistik Indonesia Meningkat, Namun Turun Dalam Catatan ASEAN

15 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kinerja logistik

Red and Blue Crane Under the blue sky © Kurt Cotoa...

Diketahui bahwa rantai pasokan Indonesia memiliki peran yang cukup penting dalam aktivitas perdagangan baik dalam skala mikro maupun makro. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh, Oke Nurwan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. Selain itu, diketahui pula bahwa rantai pasok juga memiliki peran yang amat penting dalam menjamin ketersediaan barang, serta menjaga kestabilan harga pada berbagai wilayah di Indonesia.

World Bank selalu memiliki kegiatan survei 2 tahunan. Berdasarkan survei tersebut, pada tahun 2014, kinerja Indonesia ada pada peringkat 57, dari total 155 negara yang ikut dalam survei tersebut. kemudian pada periode dua tahun berikutnya yakni pada 2016, Indonesia menempati peringkat 63 dari 155 negara, sekaligus posisi ke 4 pada wilayah ASEAN. Lalu, pada tahun 2018, secara global Indonesia ada di posisi ke 46.

“Walau secara global sempat mengalami kenaikan. Di ASEAN, peringkat kinerja logistik Indonesia mengalami penurunan menjadi peringkat 5,” ujarnya dalam webinar Strategi Korporasi Berkelanjutan: Membangun Rantai Pasok dan Operasional yang Efektif dan Efisien, Kamis (11/11/2021).

Penurunan kinerja logistik yang dialami oleh Indonesia pada kawasan ASEAN, kemungkinan disebabkan oleh biaya logistik pada industri manufaktur masih didominasi oleh biaya transportasi, biaya gudang, dan biaya lain misalnya adalah biaya kontainer, sebagaimana yang diketahui pada periode-periode ini kontainer memang memiliki frekuensi pelayaran yang terus mengalami penurunan akibat pandemi. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Nurwan.

Sebagai respon penurunan kinerja logistik Indonesia di kawasan ASEAN tersebut, pihak pemerintah kini telah menyiapkan beberapa strategi yang dinilai akan efisien untuk meningkatkan kinerja logistik. Yang mana salah satunya adalah dengan memprioritaskan perhatian terhadap tata kola pelabuhan, insfrastruktur, tracking, serta tracing, dan pelayanan logistik yang lebih terintegrasi.

“Selanjutnya upaya Kemendag dalam membangun rantai pasok yang akan membentuk sistem jaringan logistik nasional antara lain adalah menyiapkan merevitalisasi beberapa sarana perdagangan,” jelasnya.