freightsight
Selasa, 9 Agustus 2022

PENGIRIMAN LAUT

Menhub Apresiasi Pelni Atas Layanan Angkutan Laut Hingga Daerah Terpencil

5 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelni

Kapal Pelni via pelni.co.id

Menhub meminta jajaran PT Pelni terus meningkatkan kinerjanya dengan selalu konsisten melakukan transformasi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi kepada PT Pelni (Persero) yang selama ini telah membantu pemerintah memberikan pelayanan angkutan laut baik penumpang maupun logistik hingga ke daerah-daerah terpencil.

“Lakukan tugas dengan sepenuh hati yang mampu memberi arti kepada masyarakat. Ke depan, kompetisi semakin ketat. Kalau Pelni tidak efisien satu saat akan ditinggalkan. Untuk itu, lakukan upaya transformasi dengan baik dan sungguh-sungguh,” kata Menhub saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) PT Pelni Tahun 2022 dalam pernyataan resminya pada Rabu (3/8/2022).

Rapim PT Pelni tahun 2022 dengan tema "Perkuat Fundamental dan Transformasi Perusahaan Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan" ini turut dihadiri sejumlah pihak di antaranya Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt Mugen dan Komisaris Utama Pelni Ali Masykur Musa.

Lebih lanjut, Menhub meminta jajaran PT Pelni terus meningkatkan kinerjanya dengan selalu konsisten melakukan transformasi.

“Terus lakukan perubahan dan pastikan apa yang dilakukan bisa netes atau dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Menhub.

Menhub menyebutkan, Kemenhub diberikan amanah oleh Presiden Joko Widodo untuk memastikan konektivitas laut terlaksana dengan baik.

Adapun sejumlah tantangan yang harus dihadapi di sektor transportasi laut, misalnya harus menjangkau daerah terpencil, disparitas harga, dan lain sebagainya.

“Di sinilah Pelni mendapatkan amanah dari pemerintah melalui penyediaan kapal perintis, tol laut, dan kegiatan lainnya yang harus dapat diandalkan,” ucap Menhub.

Sejumlah upaya transformasi yang harus dilakukan Pelni di antaranya yaitu melakukan digitalisasi layanan, mengefisienkan operasional kapal, memetakan dan menyeleksi daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dilayani, dan melakukan pengelolaan SDM Pelni yang berkarakter agile (lincah), memiliki kapasitas dan kompetensi, serta mau berubah menjadi lebih baik.

Ke depan, Menhub berharap agar Pelni tidak hanya bergantung pada subsidi dari pemerintah, tetapi terus melakukan pengembangan usahanya.

“Subsidi mestinya hanya sementara. Ketika kita mampu melakukan kegiatan lebih baik, maka sudah bisa menjadi komersial,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah melalui Kemenhub, untuk melayani kebutuhan masyarakat akan transportasi laut.

Ia mengatakan sejak tahun 2018, penugasan yang diberikan kepada Pelni berupa public service obligation (PSO) dan subsidi menunjukkan tren yang meningkat seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah Indonesia tengah dan timur.

'“Kepercayaan ini kami tunjukkan dengan kinerja produksi yang terus meningkat khususnya pada aktivitas muatan barang,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Yahya Kuncoro menjelaskan, sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang transportasi laut, Pelni saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 44 trayek kapal perintis yang menjadi moda transportasi bagi mobilitas penduduk di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP) di mana kapal perintis menyinggahi 281 pelabuhan dengan total 3.695 ruas.

Pelni juga mengoperasikan 16 kapal rede. Untuk pelayanan logistik, saat ini Pelni mengoperasikan 10 trayek tol laut serta satu trayek khusus angkutan ternak.

Dalam laporannya selama paruh waktu pertama 2022, Pelni mencatat telah melayani 1.915.288 penumpang. Angka ini naik 155% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kapal penumpang terjadi kenaikan 60% atau telah mengangkut sebanyak 1.550.891 penumpang. Sementara untuk kapal perintis sejumlah 364.207 atau naik sekitar 36%.

"Jumlah penumpang kapal Pelni terus mengalami pertumbuhan seiring dengan peningkatan layanan terutama karena penambahan channel penjualan tiket yang semakin luas," kata Yahya.