freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PENGIRIMAN UDARA

Maskapai Internasional Sepakati Pesanan Pesawat Kargo

21 Februari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pesawat kargo

Pesawat Kargo via Antaranews.com

• Permintaan pesawat kargo alami kenaikan seiring berlakunya kesepakatan sejumlah maskapai internasional termasuk Etihad Airways yang menurunkan tujuh unit Airbus SE A350.

• Adapun pesawat seri A350F akan berperan penting terhadap strategi jangka panjang Etihad untuk kargo serta memenuhi target pengurangan emisi.

Maskapai Timur Tengah mengumumkan kesepakatan dengan Singapore Airshow pada Rabu (16/2/2022). Singapore Airlines juga telah memastikan pemesanan pesawat kargo atau freighter di hari yang sama.

Kontrak kerjasama ini menambah daftar komitmen dari Air Lease Corp., raksasa logistik Perancis CMA CGM Group dan Air France-KLM untuk model pesawat besar.

Unit pesawat tersebut akan menambah koleksi armada maskapai Etihad yang terdiri dari lima pesawat penumpang A350-1000.
Maskapai ini sempat menurunkan pesanan besarnya untuk penumpang A350 pada 2019 karena imbas restrukturisasi, namun kembali dijadwalkan menerima tambahan 15 armada.

Namun sampai saat ini tidak ada penjelasan dari pihak terkait apakah komitmen yang tersisa itu akan dialihkan untuk pesanan freighter atau tidak. Chief Executive Officer Etihad, Tony Douglas mengatakan bahwa perusahaan hanya akan mengoperasikan 12 pesawat penumpang A350.

Adapun pesawat seri A350F akan berperan penting terhadap strategi jangka panjang Etihad untuk kargo serta memenuhi target pengurangan emisi.

Sementara itu, Airbus SE bergantung pada strategi emisi yang lebih rendah sebagai nilai jual untuk pesawat kargo A350 lantaran berusaha menginjakkan kaki di segmen pasar yang telah lama dikuasai Boeing Co.

Produsen pesawat asal Eropa ini mencatatkan kenaikan pesanan dari Asia Pasifik, yakni lebih dari 17.600 unit pesawat baru untuk dua dekade yang akan datang. Sekitar tiga per empat pesanan baru tersebut datang dari kategori pesawat kecil seperti A220 dan A320.

Perlu diketahui, pesawat kargo tengah banyak diminati untuk memenuhi kebutuhan armada regional yang diprediksi akan naik dua kali lipat pada 2040, kata Airbus. Pihaknya meyakini ada sekitar lebih dari 40 persen permintaan tinggi berasal dari Asia Pasifik.

Di sisi lain, China menjadi sumber pertumbuhan utama setelah jeda panjang terkait penerapan strategi nol-Covid negara itu, ungkap Airbus. Sementara itu, India dan negara berkembang lain seperti Vietnam juga menjadi magnetnya.

"Kami berharap bisa menyelesaikan persoalan transaksi dengan pelanggan China. Ada terlalu banyak tekanan pada mitra kami di China untuk menyiasati resiko tidak memenuhi kapasitas yang cukup untuk mencapai kebutuhannya," kata Chief Commercial Officer Airbus Christian Scherer.