freightsight
Rabu, 28 September 2022

PENGIRIMAN UDARA

Citilink dan GMF Kena Tegur Kemenhub Karena Operasikan 19 Unit Pesawat Bermasalah

5 Januari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pesawat citilink

Pesawat Citilink via ABC Australia

• Surat ini pada akhirnya terbut setelah pihak Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menemukan beberapa masalah pada 19 unit pesawat milik Citilink, dan ternyata pihak maskapai tetap mengoperasikannya.

• Berkaitan dengan adanya temuan permasalahan yang ada, pihak Ditjen Perhubungan Udara meminta pihak Citilink dan GMF untuk melakukan 6 rekomendasi yang mereka sampaikan melalui surat.

Maskapai penerbangan Citilink dan PT Garuda Maintenance Dacility Aero Asia atau GMF Aeroo Asia baru-baru ini mendapatkan teguran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Teguran tersebut tertuang dalam surat dengan nomor A4-402/8/3/DKPPU.2021. Surat ini pada akhirnya terbut setelah pihak Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menemukan beberapa masalah pada 19 unit pesawat milik Citilink, dan ternyata pihak maskapai tetap mengoperasikannya.

Surat tersebut juga ditandatangani secara langsung oleh Dadun Kohar selaku Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara. Kemudian untuk ditujukan pada Accountable Manager GMF AeroAsia dan VP Enginering & Maintenance Citilink.

"Dari status HIL (Hold Item List) tanggal 13 Desember 2021, terdapat 19 pesawat yang mengalami open HIL Brake dan dalam tiga bulan terakhir terjadi enam brake occurrences (melting, jammed, rotor damages, over temperature)," bunyi surat tersebut, dikutip Sabtu (25/12/2021).

Berkaitan dengan adanya temuan permasalahan yang ada, pihak Ditjen Perhubungan Udara meminta pihak Citilink dan GMF untuk melakukan 6 rekomendasi yang mereka sampaikan melalui surat.

Rekomendasi pertama, GMF AeroAsia selaku pihak maintenance pesawat Citilink diminta untuk bisa segera melakukan perbaikan open HL Brake pada 19 pesawat A320 Citilink,
Lalu, GMF AeroAsia diminta untuk bisa segera melakukan review status HL dari bulan Agustus sampai Desember 2021, agar bisa memastikan closing HL benar-benar proper, replacement part dilengkapi traceability codument (ARC).

"Tidak ada akal-akalan open/closed HIL, dan tidak ada status closing HIL dengan status pengadaaan UMR (Urgent Material Request) untuk HIL tersebut yang masih terbuka," tulis surat tersebut.

Rekomendasi ketiga adalah GMF AeroAsia agar segera mengidentifikasi serial number komponen yang memang bermasalah untuk bisa dilepas dari pesawat dan disimpan dalam quarantine area.

Keempat, GNMF AeroAsia harus memastikan bahwa permasalahan tidak tersedianya spare part dan supply chain management tidak menjadi bahaya laten yang bisa berdampak pada keselamatan penerbangan dan pemenuhan regulasi maupun prosedur yang berlaku.

Kemudian, maskapai Citilink diminta untuk secepatnya menyelesaikan serangkaian temuan audit dan hasil MOM tanggal 17 Desember 2021, sebelum tanggal 28 Desember 2021.
Rekomendasi terakhir adalah, Citilink harus menghentikan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap GMF AeroAsia.

Novie Riyanto selaku Direktur Jenderal Perhubungan Udara yang dikeluarkan oleh pihaknya adalah merupakan bentuk tindakan korektif dari hasil pengawasan yang dilaksanakan dan telah sesuai dengan program yang ada, dan prosedur standart yang memang ditetapkan dengan mengacu pada peraturan penerbangan sipil dunia.

"Audit yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Ditjen Perhubungan Udara, dan hasil audit disampaikan kepada operator untuk segera diperbaiki dan ditindaklanjuti," ucap dia.