freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PENGIRIMAN LAUT

Maersk Yakin Permintaan Tinggi Dorong Perdagangan Asia Pasifik

3 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Maersk Line

Maersk Line via trans.info

Maersk memproyeksi musim puncak jalur perdagangan Asia Pasifik menunjukkan sinyal positif, meskipun prospek kargo jangka panjang terlihat kurang cerah.

Maersk memproyeksi musim puncak jalur perdagangan Asia Pasifik menunjukkan sinyal positif, meskipun prospek kargo jangka panjang terlihat kurang cerah.

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan aktivitas pabrik China menyusut pada Juli lantaran permintaan pasar yang tidak memadai.

Dalam laporan Asia-Pasifik pada Juli 2022 lalu, Maersk mengatakan invasi Rusia ke Ukraina dan "pelemahan permintaan yang lebih luas" membebani prospek jangka panjang ekonomi global, meskipun terlihat prospek lebih positif terhadap jangka pendek.

"Namun, jangka pendek lebih positif," tambah Maersk.

“Volume kargo melalui Shanghai kembali ke tingkat pra-lockdown dan permintaan dari konsumen AS mendorong musim pengiriman puncak pada wilayah perdagangan Amerika Utara.”

Sebelumnya, Maersk mengklaim produksi pabrik Shanghai meningkat dan melonjak dengan baik di bulan Juli, dengan tanda-tanda positif dari puncak musiman di banyak sektor perdagangan.

Anne-Sophie Zerlang Karlsen, kepala logistik pelanggan samudera Asia Pasifik, menambahkan “Situasi di Shanghai sulit diprediksi, ditambah dengan pemogokan di Eropa dan kemacetan beruntun di pelabuhan Amerika Utara. Hal itu membuat pelanggan kami perlu fleksibilitas yang lebih besar dari sebelumnya,” kata Karlsen.

Dalam laporan tersebut Maersk mencatat penurunan prospek di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia dan Singapura “tidak terlihat volume pemulihan seperti yang dialami China Raya. Padahal negara itu bisa terkena penurunan permintaan (demand) dari negara maju akibat kenaikan inflasi dan harga bahan bakar”.

Sementara itu, Maersk menyebutkan pasar Asia-Eropa Utara terlihat stabil meski ada sedikit “tekanan berat” pada jaringan pengiriman akibat kemacetan pelabuhan.

Begitu pun wilayah Asia-Mediterania terbilang stabil untuk prospek jangka panjang dan tidak ada perubahan untuk harga spot. Laporan tersebut menambahkan, muatan kapal diproyeksi akan meningkat pada kuartal tiga tahun ini.

Sementara untuk transpasifik, Maersk menyoroti kemacetan pelabuhan yang berdampak pada pantai timur dan barat AS.

“Kami tidak bisa mengharapkan situasi pelabuhan Amerika Utara membaik dalam beberapa bulan mendatang, kami melihat lebih banyak penumpukan muatan akibat permintaan yang tinggi dan pelayaran terlewat. Dengan hormat kami meminta para pelanggan untuk mempersiapkan lebih banyak waktu tunggu antara ETA dan waktu keberangkatan yang sebenarnya”.

Maersk menambahkan, perdagangan Asia Pasifik-Oceania juga mengalami kemacetan karena cuaca buruk yang menyebabkan penutupan pelabuhan di Sydney dan penumpukan kapal serta kekurangan tenaga kerja yang berkontribusi terhadap penundaan pengiriman di Auckland.

Lebih lanjut, operator pelabuhan mengatakan, pasar Australia akan melunak karena peningkatan kapasitas sekitar 30% lantaran ASL akan meluncurkan layanan pantai timur China-Australia baru pada akhir Agustus.

Sementara itu, volume angkutan udara Asia Pasifik turun di bulan Juli akibat liburan musim panas, kata laporan itu.

“Operator telah membatalkan beberapa penerbangan ke Eropa dan Amerika Utara. Permintaan kargo yang lebih rendah menyebabkan tarif angkutan kargo udara turun sehingga kargo udara lebih menarik bagi pelanggan.”