freightsight
Jumat, 1 Maret 2024

PENGIRIMAN LAUT

Layanan Asia Berkembang Seiring dengan Pemain Logistik Memilih Strategi 'China+1'

17 Maret 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

via megamanunggang

DHL Express menunjukkan pertumbuhan layanannya di Asia, karena perusahaan mencari strategi "China + 1".

DHL di sini juga ingin menjadi "yang terdepan" dalam memastikan bahwa mereka dapat memenuhi permintaan pelanggan.

DHL Express mengatakan semua tanda menunjukkan bahwa memang pertumbuhan dalam layanannya di Asia, karena perusahaan mencari strategi "China + 1".

DHL Express sendiri di sini pun juga telah mengalami banyak sekali peningkatan yang substansial, tumbuh lebih dari tiga kali lipat jika dibandingkan dengan para pesaingnya.

"Pada hari Selasa kami melakukan 3% lebih banyak perdagangan Asia dibandingkan hari Selasa sebelumnya, dan itu adalah 9% lebih tinggi dari minggu sebelumnya," kata CEO John Pearson kepada sebuah delegasi di Dubai minggu ini.

Namun, Pearson di sini pun juga menambahkan bahwa setiap ekspansi melalui lokasi "sekunder dan tersier" di Asia akan bisa melengkapi, bukannya menggantikan, operasi di Cina.

"Apa yang kami lihat dari perusahaan-perusahaan paling tepat digambarkan sebagai pendekatan 'China +1' terhadap rantai pasokan," jelasnya. "Dan ketika kita melihat pasar tradisional Asia lainnya, misalnya, saya tidak melihat produksi jeans denim berpindah dari Bangladesh ke Brussel karena keuangannya tidak memungkinkan."

Komentarnya muncul di tengah-tengah "perasaan" yang berkembang bahwa perdagangan barat telah meninggalkan ekonomi terbesar kedua di dunia ini karena meningkatnya ketegangan antara China dan AS.

Direktur inisiatif DHL untuk globalisasi, di Stern Business School NYU, Steven Altman mengatakan bahwa di luar "perasaan" tersebut, data dari Indeks Keterhubungan Global ke-11 yang baru saja dirilis juga menunjukkan tidak ada langkah seperti itu yang terjadi.

Ia mengatakan bahwa DHL ingin menjadi "yang terdepan" dalam memastikan bahwa mereka dapat memenuhi permintaan pelanggan.

"Indeks kami menegaskan apa yang disarankan oleh perkiraan kami, yaitu bahwa ada optimisme umum dalam pertumbuhan kg dan Vietnam, Filipina, dan Malaysia terlihat menjadi penerima manfaat dari mode China+1 ini. Jika Vietnam akan lepas landas, kami perlu memastikan bahwa kami memiliki pesawat berbadan lebar kami di sana untuk memenuhi permintaan."

Sementara saingannya, FedEx di sini pun juga hanya meningkatkan pangsa pasarnya di Asia sebesar satu poin persentase selama pandemi dan UPS tetap datar, DHL Express meningkatkan pangsa pasar sebesar 3%.

Pearson menggambarkannya bahwa sebagai wilayah yang sedang bangkit kembali untuk perdagangan internasional dan menambahkan: "Tidak ada yang mengenal Asia seperti kami. Kami melayani sekitar 900.000 pelanggan di sana, memindahkan 382.000 pengiriman per hari di 40 negara, dengan operasi di 136 bandara."

Perusahaan ini juga menguasai 57% pangsa pasar yang diklaimnya bernilai €13,9 miliar ($14,75 miliar), dengan pendapatan pada tahun 2022 yang hanya sedikit di bawah €10 miliar.