freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

Laba KAI Melesat 254% Semester I dan Tercatat Kinerja Positif

10 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kereta Logistik

KAI Logistik via truckmagz.com

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan laba bersih sebanyak Rp 740 miliar di sepanjang semester I-2022.

Pendapatan angkutan penumpang pada Semester I 2022 tumbuh sebesar 154% atau Rp 2,8 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 1,1 triliun.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan laba bersih sebanyak Rp 740 miliar di sepanjang semester I-2022. Raihan tersebut juga tumbuh sebesar 254% jika dibanding rugi bersih di Semester I 2021 yaitu yang jumlahnya Rp 480 miliar.

Di samping capaian peningkatan laba tersebut, KAI juga terus membukukan kinerja EBITDA yang positif yaitua sebesar Rp 2,07 triliun atau yang tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan periode Semester I 2021 sebesar Rp 548 miliar.

“KAI mulai mencatatkan hasil yang positif seiring dengan pulihnya kondisi perekonomian nasional yang salah satunya ditandai dengan pertumbuhan pasar transportasi publik, setelah dibukanya berbagai pembatasan mobilitas yang dilakukan pemerintah,” ungkap Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangan resminya, Senin (8/8/2022).

Didiek mengatakan bahwa raihan kinerja tersebut memberikan dampak yang baik dimana KAI mampu menghasilkan pendapatan senilai Rp 11,7 triliun atau yang tumbuh 58% jika dibanding semester I 2021 sebesar Rp 7,4 triliun. Peningkatan di sisi pendapatan tersebut juga seiring dengan naiknya volume angkutan penumpang dan barang.

Dari sisi angkutan penumpang, volume pelanggan kereta api pada Semester I 2022 rupanya juga mengalami peningkatan sebesar 42% yang mencapai 119,8 juta pelanggan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sekitar 84,1 juta pelanggan,

Di samping itu, pendapatan angkutan penumpang pada Semester I 2022 tumbuh sebesar 154% atau Rp 2,8 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 1,1 triliun.

Kemudian dari sisi angkutan barang, volume angkutan barang rupanya juga mengalami peningkatan sebesar 15% atau sekitar 26,7 ton. Sedangkan di periode yang sama pada tahun sebelumnya hanya 23,2 juta ton. Adapun untuk pendapatannya, angkutan barang justru mengalami pertumbuhan sebesar 27% atau menyumbang Rp 4,2 triliun.

“Kedua segmen bisnis utama KAI tersebut masih memberikan kontribusi yang signifikan bagi kinerja KAI pada semester I tahun 2022,” tutur Didiek.

Ke depannya, KAI akan berupaya untuk terus meningkatkan pendapatan yang ada di sektor angkutan penumpang dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan secara ketat.

“Pertumbuhan laba dan peningkatan pendapatan ini sejalan dengan strategi, harapan, dan aspirasi pemegang saham yang menginginkan perusahaan agar dapat bertahan dan semakin kuat di tengah krisis kesehatan dan ekonomi akibat Covid-19 ini. Sehingga diharapkan ke depannya dapat menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia,“ tutup Didiek