freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PENGIRIMAN DARAT

Dorong Konektivitas Logistik, Kadishub Aceh Pantau Pembangunan Jalur Kereta Api Aceh

9 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kereta Logistik

Jalur Kereta Aceh via dishub.acehprov.go.id

Nantinya, keberadaan jalur kereta api ini akan memudahkan pengusaha lokal Aceh mendistribusikan produk mereka ke daerah luar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Teuku Faisal, mengatakan pembangunan jalur kereta api Aceh, yang merupakan bagian dari projek Trans Sumatera Railway, perlu digenjot agar distribusi logistik di wilayah Sumatera, khususnya Aceh, jadi lebih mudah dan murah.

Hal itu diutarakannya saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah stasiun kereta api yang telah dibangun oleh Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara (BTP Sumbagut), Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Dari kunjungan kerjanya pada Sabtu (6/8/2022), Faisal ingin memantau progres pembangunan jalur kereta api yang akan tersambung dari Medan hingga Banda Aceh.

“Ada 2 lokasi Pembangunan kereta api di Aceh yang sedang berjalan simultan, yaitu lintas Besitang – Langsa dan lintas Bireuen – Lhokseumawe. Kita tinjau perkembangannya sekaligus memantau berbagai kendala yang yang ada di lapangan. Kita perlu dorong percepatan pembangunan ini dengan semangat kolaborasi ,” ungkap Faisal.

Nantinya, keberadaan jalur kereta api ini akan memudahkan pengusaha lokal Aceh mendistribusikan produk mereka ke daerah luar.

“Kegiatan ekspor komoditi lokal Aceh juga akan terbantu bila jalur kereta api ini selesai. karena desainnya terkoneksi dengan pelabuhan Kuala Langsa, Krueng Geukueh dan Malahayati,” ujar Faisal.

Pernyataan Faisal tersebut dibenarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kereta Api (KA) Aceh Wilayah II BTP Sumbagut, Halim Hartono. Ia menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah membangun jalur Kereta Api lintas Besitang – Langsa sepanjang 35 Km. Berdasar laporan per Agustus, progress pembangunan pada lintasan ini telah mencapai 98,86 persen.

Dari 35 km total panjang track yang telah dibangun di dalam wilayah Aceh mencapai 13,15 km dari perbatasan hingga Sungai Liput. Serta 1 unit stasiun juga telah selesai dibangun, yaitu Stasiun Sungai Liput.

Halim juga mengungkapkan bahwa ada sejumlah kendala teknis konstruksi yang menjadi hambatan proses pembangunan jalur kereta api Aceh yang saat ini sedang dicarikan solusi di lapangan.

Sementara itu, terkait program pembangunan jalur kereta api Aceh lintas Lhokseumawe – Bireuen, PPK KA Aceh Wilayah I BTP Sumbagut, Abdul Kamal sedang memfokuskan pembangunan pada segmen Krueng Geukueh – Paloh sepanjang 8 km.

Segmen ini tersambung dengan jalur kereta api segmen Krueng Geukueh – Krueng Mane yang sudah lebih dulu beroperasi sepanjang 11,35 km. Segmen ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2023.

Sedangkan pada segmen Krueng Mane – Kutablang sepanjang 10,1 km, pemasangan rel kereta api dan pembangunan stasiun sudah selesai dilaksanakan, yaitu Stasiun Geurugok dan Stasiun Kutablang, dan rencananya akan beroperasi pada tahun 2022.

Kamal juga menyebutkan, pihaknya akan membangun 8 stasiun untuk melayani perjalanan rutin masyarakat (komuter) menggunakan kereta api dari Lhokseumawe – Bireuen maupun sebaliknya (sepanjang 44,35 Km).

Saat ini, 5 stasiun kereta api telah selesai dibangun, yaitu di Krueng Geukueh, Bungkaih, Krueng Mane, Geurugok, dan Kutablang. 1 stasiun sedang dalam pembangunan, yaitu Stasiun Paloh. Sedangkan 2 stasiun lainnya masih dalam tahap perencanaan, yaitu Stasiun Matang Glumpang Dua dan Bireuen.

Kadishub Aceh, Faisal, mengharapkan pembangunan jalur kereta api Aceh yang akan menghubungkan Medan dengan Banda Aceh ini dapat selesai sesuai target.