freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Koalisi Otoritas Pelabuhan Dunia Dalam Mencari Solusi Bagi Isu Yang Terjadi Di Industri Pelabuhan

2 November 2021

|

Penulis :

Editor Freightsight

Pelabuhan siang hari

Harbor During Daytime © Kolby Milton via Unsplash

Penandatanganan deklarasi oleh otoritas pelabuhan dari Afrika, Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika telah dilakukan pada hari jadi PAR yang keenam. Fokus tema pada deklarasi ini yakni seputar gangguan, digitalisasi, serta dekarbonisasi. Deklarasi ini sendiri diadakan secara virtual oleh otoritas pelabuhan Antwerp pada 22 dan 23 Juni 2021.

Dengan tema besar ‘pelabuhan sebagai tempat untuk perubahan’ pada perayaan PAR tahun ini, para peserta mendiskusikan isu seputar gangguan, digitalisasi, dan dekarbonisasi yang dihadapi industri maritim saat ini. Terlebih pada situasi pandemi seperti sekarang ini dimana isu-isu yang sudah ada bertambah dan semakin kompleks. Sehingga membutuhkan kedisiplinan dan kesigapan dalam mengupayakan solusi terbaik dari berbagai pihak terkait.

Otoritas maritim Singapura atau MPA (Maritime and Port Authority of Singapore) meminta para peserta PAR untuk meningkatkan kolaborasi dalam hal keselamatan awak kapal, respon dan pertahanan digital, serta dekarbonisasi pada sektor maritim.

Pada deklarasi ini SG-STAR (the Singapore Shipping Tripartite Alliance Resilience) Fund mendapat pengakuan atas upaya mereka dalam meningkatkan kualitas keselamatan kru kapal melalui program audit bernama CrewSafe.

Selain itu, dibahas juga persetujuan anggota PAR untuk mempertimbangkan bergabung dengan the Port Authorities CIO Cyber Security Network (PACC-Net), yang didirikan oleh MPA dalam upaya membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan digital maritim sebagai usaha global untuk memfasilitasi pertukaran informasi lebih dini terhadap ancaman serangan digital. Sehingga ancaman bisa diatasi dengan lebih cepat dan tepat sasaran sebelum menimbulkan masalah lain yang dampaknya lebih sulit untuk dihadapi.

Para otoritas pelabuhan yang hadir juga menyadari pentingnya platform yang lebih bersifat global dan netral yang bisa membantu komparasi multimodal terhadap rute-rute kontainer. Terlebih karena adanya peningkatan transportasi kontainer.

Dalam deklarasi ini juga dibahas bagaimana minat koalisi peserta PAR untuk mengeksplor lagi potensi RouteScanner sebagai platform yang transparan netral dalam menguji pilihan transportasi kontainer. Diharapkan inovasi ini dapat meningkatkan rantai suplai dunia yang berkesinambungan dan rendah biaya.

Selanjutnya, para otoritas pelabuhan setuju untuk mempertimbangkan ide kolaborasi dengan MPA dan stakeholder lainnya dalam upaya menghadapi permasalahan dekarbonisasi maritim melalui pusat dekarbonisasi maritim yang dibangun di Singapura, dan pusat lainnya di dunia.

Meskipun dunia teknologi memang sudah semakin berkembang, namun pandemi Covid 19 ini telah memeprcepat lajur akselerasinya. Sehingga memaksa industri pelabuhan juga untuk ikut beradaptasi dengan situasi dan mulai mengupayakan solusi dari teknologi dan inovasi canggih.

PAR dianggap sebagai platform yang vital bagi otoritas pelabuhan untuk bisa bersama-sama berbagi pengalaman dan ilmu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul sebagai efek dari pandemi covid-19 ini khususnya terhadap industri maritim. Deklarasi ini merupakan langkah yang penting untuk memberikan upaya terbaik dalam mencari solusi untuk menghadapi isu seputar digitalisasi dan dekarbonisasi pada masa yang penuh tantangan seperti sekarang ini.

Deklarasi ini di tandatangani oleh 19 anggota PAR yakni pelabuhan Abu Dhabi, otoritas pelabuhan Antwerp, pelabuhan asosiasi Inggris, otoritas pelabuhan Busan, otoritas pelabuhan Guangzhao, otoritas pelabuhan Hamburg, otoritas maritim dan pelabuhan Singapura, otoritas pelabuhan Montreal, biro administrasi pelabuhan kota Ningbo, biro pelabuhan, pemerintah Kobe City, otoritas Port Klang, pelabuhan Barcelona, pelabuhan Long Beach, pelabuhan Los Angeles, pelabuhan Santos, otoritas pelabuhan Rotterdam, otoritas pelabuhan Seattle, komisi transportasi kota Shanghai, dan otoritas pelabuhan Tanger Med.