freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

INFO INDUSTRI

Kemenperin Berusaha Sejajarkan Kualitas Porang Lokal Dan Impor

30 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Budidaya porang

Tanaman porang via Kementrian Pertanian

• Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini sedang berupaya melakukan optimalisasi potensi porang dan pakan hijauan lokal.

• Saat ini pihak pemerintah Indonesia juga sedang memiliki rencana untuk melakukan optimalisasi pakan hijauan sebagai sumber pakan konsentrat klise untuk ternak, unggas, serta aquakultural.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini sedang berupaya melakukan optimalisasi potensi porang dan pakan hijauan lokal. Mereka berharap setidaknya kualitas komoditi tersebut akan bisa sejajar dengan produk impor.

"Kami berupaya agar tepung glukomanan lokal dapat menyamai kualitas produk impor, sehingga nantinya juga bisa menjadi bagian dari rantai suplai global, selain dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, khususnya mamin (makanan dan minuman)," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin Mohammad Ari Kurnia Taufik dalam forum The 3rd Indonesia-Taiwan Dialogue on The Food Industry, dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 27 November 2021.

Dalam forum tersebut ia juga menyampaikan bahwa Indonesia kini sedang berupaya untuk mengusulkan tema dialog mendatang mengenai food and feed industry (industri akan dan ternak). Dari penilaiannya industri pakan ternak akan menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan industri mamin.

"Supply pakan yang baik dan berkelanjutan akan ikut mendorong industri makanan dan minuman ke depannya," tambah Ari.
Ia mengatakan bahwa ide kerjasama yang disampaikan oleh Indonesia dalam diskusi tersebut sudah diterima oleh taiwan.

"Langkah berikutnya, dalam waktu dekat kami akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan ini bersama dengan pemangku kepentingan terkait," tutur dia.

Di kesempatan yang sama, Adhi S. Lukman selaku Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman seluruh Indonesia (Gapmin), juga mengatakan bahwa saat ini Indonesia belum menguasai teknologi produksi hilirasasi porang, seperti tepung glukomanan.

"Oleh karena itu, kerjasama dengan Taiwan diharapkan dapat meningkatkan penguasaan teknologi industri dalam memproduksi produk hilirisasi porang," ucapnya.

Saat ini pihak pemerintah Indonesia juga sedang memiliki rencana untuk melakukan optimalisasi pakan hijauan sebagai sumber pakan konsentrat klise untuk ternak, unggas, serta aquakultural.

Luki Abdullah selaku pakar pakan ternak di IPB, menyampaikan teknologi yang saat ini dikembangkan oleh pihaknya adalah menggunakan pakan hijauan, contohnya seperti sorgum dan indiofera sebagai sumber pakan konsentrat silase.

"Kami mengembangkan pakan melalui teknologi fermentasi untuk memproduksi pakan yang bernutrisi tinggi dalam bentuk pellet, tepung, dan jerami. Dari penelitian kami, pakan yang kami hasilkan dapat meningkatkan produktivitas susu sapi dan meningkatkan bobot hewan ternak secara signifikan," pungkas Luki.