freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

INFO INDUSTRI

Impor Komponen Sepeda Jadi Tantangan untuk Industri Dalam Negeri

26 Oktober 2021

|

Penulis :

Abdu Rauf

Grey Bicycle © Robert Bye via Unsplash

Di masa pandemi seperti sekarang, bersepeda menjadi salah satu kegiatan yang paling banyak dilakukan. Permintaan pasar pun semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Akan tetapi tingginya angka impor komponen sepeda tentunya masih terus menjadi tantangan bagi industri dalam negeri untuk mengalami pertumbuhan yang solid.

Saat ini Eko Wibowo selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan Indonesia (APSMI) mengungkap jika perkiraan angka dari impor komponen sepeda yang telah dilakukan saat ini mencapai 70 persen. Angka ini tentunya sangat tinggi dan bisa menjadi tantangan bagi industri dalam negeri.

Sebagian besar komponen yang bisa diproduksi di tanah air diantaranya adalah frame dan juga ban, sementara komponen-komponen lainnya seperti velg masih harus mengimpor barang setengah jadi dari luar negeri. Selain itu, pasokan rantai sepeda di Indonesia juga mengalami penurunan selama ini. Adapun hub sepeda dan sudah diproduksi di dalam negeri, akan tetapi harganya kurang bersaing bila dibandingkan dengan produk-produk impor.

Eko mengatakan jika produksi velg masih bisa dilakukan, akan tetapi industri yang digunakan masih belum maksimal untuk beberapa tipe tertentu. Jadi, masih ada beberapa komponen yang memang harus diimpor untuk memenuhi ketersediaan pasokan.

Dirinya juga menambahkan bila rendahnya produksi komponen dalam negeri bisa menyebabkan pabrik menjadi kewalahan dalam menghadapi lonjakan permintaan di tahun 2020. Eko pun menggarisbawahi, peraturan yang ada dalam Permendag No.68/2020 terkait dengan ketentuan impor alas kaki, elektronik, dan juga sepeda roda dua serta roda tiga.

Di sisi lain, dengan adanya pembatasan pada impor sepeda jadi tentunya akan membuat kinerja produksi sepeda di Indonesia untuk bisa memenuhi permintaan pasar. Selain itu, kebijakan inipun mampu melindungi pasar domestik dari serangan produk-produk impor yang memiliki modal dan juga harga kompetitif di pasaran.

Akan tetapi, tingginya permintaan pasar ini tidak dibarengi dengan adanya pasokan komponen yang cukup. Terutama pasikan komponen pembuatan sepeda dari dalam negeri. Sedangkan impor komponen ini juga sempat mengalami beberapa kendala karena adanya faktor pembatasan selama masa pandemi.

Menurut Seretaris Jenderal APSMI tersebut, hal ini tentunya telah menjadi tantangan tersendiri untuk industri.