freightsight
Jumat, 19 April 2024

INFO INDUSTRI

Kemenkop Gandeng Sejumlah K/L untuk Hubungkan Koperasi dan UMKM dengan Rantai Pasok Global

28 November 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via pixabay

KemenKopUKM menggandeng K/L menghubungkan UMKM ke rantai pasok global.

UMKM dapat naik kelas dan berevolusi, bukan lagi memproduksi barang dan jasa dengan skill rendah.

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menggandeng Kementerian/Lembaga mencakup Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN dan Kementerian Investasi/BKPM bersinergi menghubungkan koperasi, UMKM dan IKM ke rantai pasok global.

Hal tersebut diwujudkan dalam Forum Kemitraan UMKM/IKM dengan BUMN dan Usaha Besar terselenggara di Smesco Indonesia, Jakarta, Kamis, (24/11) melibatkan 17 BUMN dan Anak Perusahaan, 2 Usaha Besar, dan 850 UKM/IKM.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan bahwa memang pihaknya dan beberapa Kementerian/Lembaga ditugaskan Presiden Jokowi demi bisa mendorong UMKM naik kelas.

“Saat ini UMKM yang terhubung rantai pasok global baru mencapai 4,1 persen, sedangkan untuk dalam negeri kemitraan usaha besar dan UMKM baru 7 persen, oleh karenanya kami mengembangkan program UMKM naik kelas. Salah satunya kemitraan UMKM dengan BUMN dan usaha besar,” kata MenKopUKM Teten Masduki saat memberikan sambutan dalam acara Forum Kemitraan UMKM/IKM dengan BUMN dan Usaha Besar.

Menteri Teten menjelaskan bahwa ada dua hal dilakukan untuk bisa mendorong kemitraan UMKM, pertama, BUMN membeli produk UMKM melalui PaDi UMKM; kedua, melalui pola kemitraan dengan cara memasukkan UMKM ke dalam rantai pasok BUMN dan swasta (usaha besar).

Menteri Teten mencontohkan bahwa koperasi dan UMKM seperti di Korea Selatan, Jepang dan Tiongkok diarahkan demi bisa menjadi bagian industri otomotif, makanan, kesehatan, pertanian dan lainnya.

“Jadi UMKM enggak lagi usaha sendiri-sendiri tapi menjadi bagian industri. Ini yang kita ingin bangun, dengan kemitraan antara UMKM dan usaha besar ada transfer pengetahuan dan manajemen bisnis,” kata Menteri Teten.

Dengan demikian, kata Menteri Teten, UMKM juga dapat naik kelas dan berevolusi, bukan lagi memproduksi barang dan jasa dengan skill rendah melainkan berevolusi menciptakan produk berbasis kreativitas dan teknologi.

“Dengan cara ini UMKM bisa menjadi bagian industrialisasi. Kalau industri berkembang UMKM juga tumbuh, tidak tertinggal di bawah. Ini juga merupakan upaya kita untuk menyiapkan Indonesia menjadi empat kekuatan besar di dunia,” kata MenKopUKM.

BUMN dan usaha besarpun, kata Menteri Teten, segera mendapatkan keuntungan jika bermitra dengan UMKM sebagaimana diamanatkan dalam UU Cipta Kerja.

“Untuk mendorong kemitraan, berbagai insentif sudah diberikan, seperti pajak, upah minimum, dan ekosistemnya,” kata Menteri Teten.

Senada, Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Loto Srinaita Ginting mengatakan juga turut mendorong dan mensukseskan aksi afirmasi gerakan belanja produk dalam negeri

“Ini menjadi penyemangat bagi BUMN untuk meningkatkan belanja produk dalam negeri teemasuk kepada para UMKM. Tercatat belanja Produk Dalam Negeri BUMN hingga 31 Oktober 2022, mencapai Rp241,3 triliun. Harapannya melalui event ini meningkat lagi capaiannya,” kata Loto.

Beliau menambahkan, dari enam BUMN tahun lalu turut berpartisipasi, sekarang naik 17 BUMN.

“Tentu ini karena semangat BUMN untuk terus mendukung UMKM sebagai rantai pasok BUMN,” kata Loto.

Direktur Jenderal IKM dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut MoU sudah dilakukan dengan harapan komunikasi terjalin dapat ditingkatkan lagi.

“Kemenperin menyiapkan IKM untuk dapat meningkatkan kinerja daya saing dan kita lakukan pembinaan untuk menjadikan IKM bagian rantai pasok industri besar dan horeka,” kata Reni.

Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi/BKPM Aries Indanarto menambahkan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti dengan menghadirkan OSS untuk pelaku UMKM.

“Jadi perizinan bisa langsung tunggal dengan terbit NIB sebagai legalitas usaha. Dengan ini pelaku usaha bisa komersialisasi usaha dan terintegrasi dengan SNI dan sertifikasi halal,” kata Aries.

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani Kontrak Kerja sama BUMN dengan UKM/IKM, antara PT. INKA dengan CV. Sri Adiwangsa dan PT. Manunggal Jaya Teknindo dan PT. Pindad dengan PT. Hartwell Paint Indonesia.