freightsight
Selasa, 9 Agustus 2022

EKSPOR

Jokowi Sebut Putin Jamin Keamanan Rantai Pasokan Pangan Global

5 Juli 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Rantai pasok global

Dokumentasi via grid.id

Presiden Putin menyampaikan akan memberi jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk dunia.

Misi perdamaian dan kemanusiaan yang dibawa Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia tidak berakhir sia-sia.

Setelah diskusi cukup panjang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kepala Negara mendapat kepastian bahwa pasokan produk pangan dan pupuk dari Negeri Beruang Merah akan terjamin ke depan.

"Saya sangat menghargai, Presiden Putin tadi menyampaikan akan memberi jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk. Ini sebuah berita yang baik," ujar Jokowi dalam konferensi pers bersama di Kremlin pada Kamis, (30/6/2202).

Tidak hanya dari Rusia, komoditas yang bersumber dari Ukraina juga dipastikan segera bisa diperdagangkan kembali ke seluruh negara di dunia tanpa menemui hambatan-hambatan tertentu.

Rusia sepakat tidak melakukan serangan terhadap alat-alat transportasi yang mengangkut kebutuhan pangan pokok.

"Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, tadi Presiden Putin sudah memberikan jaminan keamanan," sambung Jokowi

Dengan kembali bergeraknya logistik pangan dari kedua negara tersebut, Jokowi yakin upaya reintegrasi komoditas dari dua negara Eropa Timur itu ke dalam rantai pasok bisa berjalan dengan lancar.

Presiden Jokowi menegaskan Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun dalam menjalankan misi perdamaian. Indonesia, lanjut Jokowi, hanya ingin melihat perang segera berakhir dan rantai pasok pangan, pupuk, dan energi bisa pulih kembali.

"Karena ini untuk kepentingan ratusan juta bahkan miliaran manusia," papar dia.

Jokowi menekankan sudah menjadi kewajiban bagi dirinya sebagai pemimpin bangsa Indonesia berupaya semaksimal mungkin menciptakan perdamaian dunia.

Konstitusi Indonesia mengamanatkan agar Indonesia selalu berusaha berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia.

"Dalam konteks inilah saya melakukan kunjungan ke Kyiv dan Moskow. Isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia," jelas Jokowi.

Ia memahami mewujudkan perdamaian secara utuh mungkin tidak bisa dicapai dengan cepat dan mudah. Jokowi mengerti ada banyak hal yang dipertimbangkan oleh negara-negara yang terlibat konflik.

"Walau pun saat ini masih sangat sulit, saya tetap menyampaikan bahwa penyelesaian damai sangat penting untuk terus dikedepankan. Ruang-ruang dialog harus terus dibuka," ucap dia.

Jokowi mengaku siap untuk menjadi jembatan komunikasi bagi Presiden Zelenskyy dan Putin demi terciptanya rekonsiliasi dan kondisi dunia yang lebih baik ke depan.

"Saya sudah menyampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut," ungkap dia.