freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PENGIRIMAN UDARA

Kemenhub Mengatakan Kargo di Bandara Kertajati Kian Meningkat

26 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Bandara Kertajati via beritatrans.com

Kemenhub menyampaikan kargo dari Bandara Kertajati terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data dari BIJB Kertajati tahun 2019, kargo diangkut memang mencapai hingga 127 ton.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan bahwa jumlah kargo yang telah diangkut dari Bandara Kertajati, Jawa Barat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. "Tahun ini hingga pertengahan September, sudah 6.269 ton kargo yang diangkut dari Bandara Kertajati," kata Plt Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Beliau di sini juga mengatakan bahwa berdasarkan data dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada tahun 2019 lalu, rupanya jumlah kargo yang telah diangkut memang mencapai hingga 127 ton. Sedangkan pada tahun 2020 lalu, tidak ada kargo yang diangkut sejalan pengetatan penerbangan karena pandemi Covid-19 kemudian pada tahun 2021, kargo naik lagi menjadi 146 ton.

Beliau di sini sangat yakin bahwa jumlah kargo tersebut tentu akan terus meningkat di masa mendatang. Hal ini juga mengingat fasilitas kargo di Bandara Kertajati terus ditingkatkan, selain jumlah penerbangan yang juga terus naik jumlahnya.

Isnin di sini juga mengungkapkan bahwa saat ini salah satu perusahaan regulated agent yaitu PT Adhya Bumi Persada dalam proses pembangunan gudang di area Bandara Kertajati dengan luas lahan 15.000 meter persegi lalu ditargetkan selesai sekitar akhir September 2022.

"Penambahan volume kargo di Bandara Kertajati diharapkan dapat meningkatkan trafik angkutan kargo khususnya melayani daerah sekitar Bandara Kertajati," ujarnya. Dengan perkembangan tersebut, tentu saja di sini Nur Isnin meyakini bahwa Bandara Kertajati akan menjadi salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

"Wilayah ini juga semakin lengkap dengan dukungan pembangunan kawasan ekonomi di Subang dan Cirebon bersama dengan Pelabuhan Patimban yang akan menjadi pusat logistik,” katanya.

Sebagaimana diketahui, bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sudah memperkenalkan kawasan industri juga perkotaan baru bernama Rebana Metropolitan yang memang merupakan wilayah utara/timur laut Jawa Barat meliputi tujuh daerah yaitu Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu dan Kuningan serta Kota Cirebon.
Rebana Metropolitan bakal diproyeksikan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di masa depan lewat pengembangan kawasan industri.

Dengan didukung Tol Akses BIJB Kertajati menghubungkan Bandara Kertajati dengan Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) yang kemudian nantinya akan terkoneksi juga dengan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) yang selesai Oktober nanti.

Ditambah lagi dengan adanya pembangunan kereta cepat Bandung yang segera beroperasi, tentu saja akan sangat menunjang konektivitas yang ada di Jawa Barat. “Semoga dengan fasilitas penunjang yang telah dipersiapkan, Bandara Kertajati semakin siap dalam melayani kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi udara baik penumpang maupun kargo,” katanya.