freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

REGULASI

Kemenhub Dengan Tegas Siap Berlakukan Zero ODOL 2023

25 November 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via envato

Kemenhub memastikan program Zero ODOL atau upaya memberantas truk ODOL di jalanan akan diberlakukan mulai 2023 sesuai target program yang telah dibuat.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan kebijakan normalisasi kendaraan sarat dimensi dan muatan atau Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) dipastikan akan tetap berlaku pada 2023. Sebelumnya, Kemenhub telah menargetkan Kebijakan Zero ODOL untuk mulai berlaku pada awal tahun depan. Upaya lintas kementerian atau lembaga untuk mengurangi truk ODOL berseliweran di jalanan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 2018, namun praktiknya sempat terhambat.

“Target untuk Zero ODOL 2023 masih tetap berjalan, tidak ada kebijakan untuk memperpanjang Zero ODOL di 2023,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Hendro Sugiatno, pada Rapat Kerja Bidang Perhubungan Darat 2022 pada Selasa (22/11/2022).

Hendro memastikan bahwa masih perlu upaya untuk mewujudkan jalanan bebas truk ODOL meski langkahnya dilakukan dengan perlahan dan harus mendapat penolakan. Terlebih lagi, truk sarat muatan kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas yang cukup fatal.

Dia menyebut, saat ini truk angkutan barang yang berdimensi dan bermuatan lebih telah menyumbang 17 persen kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, jalan tol menyumbang tingkat fatalitas atau kecelakaan lebih tinggi khususnya banyak terjadi pada ruas Jalan Tol Cikopo Palimanan (Cipali).

Untuk itu, Hendro berpesan agar Dinas Kabupaten/Kota tidak meloloskan uji kendaraan angkutan barang yang berukuran melebihi aturan. Sehingga nantinya, Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) juga tidak akan mengeluarkan atau memperpanjang izin kendaraan tersebut.

“Jangan sampai kendaraan tidak lulus di kota A, tapi di kota B diluluskan, kasus seperti itu banyak,” katanya.

Di sisi lain, pada Agustus 2022, Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Universitas Trisakti menerbitkan hasil survei yang menemukan bahwa banyak pelaku logistik telah menolak pemberlakuan Zero ODOL 2023. Mereka beralasan khawatir dapat mengerek biaya angkutan barang menjadi semakin barang lantaran volume barang yang boleh dimuat per satu satuan trip perjalanan menjadi berkurang, sehingga akan berdampak pada keuntungan yang diterima semakin menipis.

Penelitian kualitatif yang dilakukan di dua titik lokasi yaitu Pasar Induk Kramat Jati Jakarta dan Pasar Induk Modern Cikampek mengemukakan, pada 300 responden yang terdiri dari 100 pengemudi, 100 pemilik kendaraan dan 100 pemilik atau pengelola pasar, mereka kompak menolak Zero ODOL 2023.

“Dengan adanya kebijakan harga BBM naik saja sudah menunjukkan dampak kenaikan harga barang-barang yang juga berimbas pada responden penelitian kami. Apabila kebijakan Zero ODOL ini diberlakukan maka akan memicu terjadinya ancaman pemogokan dari mereka,” terang Pengamat ITL Trisakti, Yuwono seperti dikutip pada Agustus 2022 lalu.